Lingga, SuaraKepri.com – Ratusan orang dari gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Masyarakat Kecamatan Singkep, Singkep Barat, OKP dan Pemuda yang berada di Kabupaten Lingga akan melakukan aksi menuntut bebas 5 orang pekerja timah yang di amankan oleh Polda Kepri beberapa minggu lalu, Minggu (12/02/23).
Harmadi Halim Tokoh Pemuda Singkep Barat, mengatakan aksi ini nantinya akan melibatkan seluruh masyarakat, yang mana dari aksi itu nanti, akan ada beberapa poin yang ingin disampaikan di hadapan Bupati Lingga.
“Kami akan kerahkan 1000 masa meminta Bupati dan Gubernur untuk membebaskan masyarakat kami yang di tangkap pihak kepolisian, dimana keadilan buat kami yang mencari nafkah untuk anak istri kami, kami bukan teroris, kami bukan perampok kami hanya mengambil apa yang sudah di wariskan nenek moyang kami terdahulu, jangan benturkan kami masyarakat kecil dengan hukum,” kata Madi dengan tegas kepada SuaraKepri.com.
Sebelumnya, wacana pertambangan timah ini sudah pernah di bahas oleh pemerintah daerah di tahun 2020 -2021 lalu, dengan tema pemulihan ekonomi pasca covid19, namun pengurusan izin pertambangan rakyat (IPR) hingga 2023 ini belum juga mendapat restu dari kementerian, sedangkan Pemerintah Provinsi Kepri sudah mengetahui tentang upaya pertambangan timah di Pulau Dabo tersebut.
Untuk itu, dengan diamankannya 5 orang yang ternyata masyarakat kecil sedang mendulang timah menggunakan alat seadanya, tentu ini menambah beban keluarga, sedangkan kondisi di Kabupaten Lingga saat ini sedang koma, tidak ada satu pun lapangan pekerjaan selain pekerjaan kantoran.
Melihat hal ini, tentu saat ini masyarakat membutuhkan solusi dari pemerintah daerah maupun provinsi dan meminta pengertian dari APH, sedangkan jika masyarakat kecil ini harus di benturkan dengan hukum, tentu saja sebagai masyarakat mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah digelandang ke kantor polisi.
Begitu pula yang disampaikan Madi yang merasa darahnya mengalir keringat pekerja timah, bahkan ia mengatakan jika hukum adalah senjata untuk mematikan masyarakat kecil, maka disitu suara parau pemuda akan menggeletar meminta keadilan.
“Kami tidak berniat melawan hukum, kami tidak berniat menjadi penentang hukum, kami adalah masyarakat yang taat hukum, tapi tolong, tolong bedakan mana kerja pagi untuk makan sore dan mana yang untuk memperkaya diri sendiri, kami masyarakat hanya ingin bertuan di negri kami sendiri tampa harus takut di tuduh sebagai pencuri tanah peri ini, kami keturunan pekerja timah meminta 5 orang warga kami untuk segera di pulangkan ke keluarganya,” pungkasnya.
Sementara, belum ada tanggapan dari pihak Kepolisian baik dari Polres Lingga dan Polda Kepri terkait aksi.
Penulis : Febrian S.r







Comment