Tanjungpinang, suarakepri.com – Festival Kopi Merdeka atau Tanjungpinang Fest 2024 resmi ditutup pada Minggu (11/8/2024) malam, mencatatkan sejarah baru dengan jumlah pengunjung mencapai sekitar 58 ribu orang. Angka ini melampaui ekspektasi dan menjadikan festival ini sebagai salah satu event terbesar di Kepulauan Riau.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Guntur Sakti, yang mewakili Gubernur Ansar Ahmad dalam acara penutupan, menyampaikan apresiasi atas kesuksesan acara ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atas dukungannya. Semoga di tahun berikutnya dapat terselenggara kembali dengan skala yang lebih besar,” ujarnya.
Acara penutupan juga dihadiri oleh pejabat daerah lainnya, termasuk Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri. Puncak acara ditandai dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba.
Meski sempat diterpa isu mengenai tarif sewa stand yang tidak normal, festival ini justru mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat dan pelaku UMKM. Resti dan Rizaldi, dua peserta bazar, mengaku tarif yang diberlakukan sangat wajar.
“Dibandingkan dengan bazar lain, tarif di sini sangat kompetitif. Rp550.000 untuk 8 hari dengan full artis sangat menguntungkan,” ungkap Rizaldi. Ia bahkan membandingkan dengan pengalamannya di Batam yang tarifnya mencapai Rp2.000.000 untuk 3 hari.
Para pelaku UMKM juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana. “Kami berterima kasih atas terselenggaranya event akbar ini. Dengan jumlah pengunjung yang fantastis, tentu ini sangat membantu mendongkrak ekonomi rakyat dan pelaku UMKM di Kota Tanjungpinang,” tutur salah satu peserta.
Kesuksesan Festival Kopi Merdeka dengan 58 ribu pengunjung ini membuktikan bahwa Tanjungpinang mampu menyelenggarakan event skala besar yang tidak hanya menarik minat lokal, tetapi juga berpotensi menjadi destinasi wisata event nasional. Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kepulauan Riau ke depannya.







Comment