Bintan, SuaraKepri.com – Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket kapal roro tujuan Uban–Punggur, baik secara online melalui aplikasi Ferizy maupun pembelian langsung di lokasi. Masalah ini ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi perhatian netizen, khususnya di wilayah Kepri.
Salah satu kendala utama adalah kuota tiket yang kerap habis dalam waktu singkat. Bahkan, beberapa warga menyebut tidak adanya tiket yang tersedia secara online, sehingga menyarankan untuk membeli langsung di lokasi keberangkatan. “Bisa bang pesan di sana langsung, harganya beda-beda 3 ribuan,” ujar akun @dedyalamm.
Namun, pembelian langsung pun tidak menjamin ketersediaan tiket. Banyak penumpang menuding adanya permainan calo di lapangan. “Permainan.. kalau beli calo dapat harga lebih mahal,” tulis @rumahmajumapan\_. Akun lainnya, @paratamamt, mengeluhkan bahwa “kalau beli di apk Ferizy selalu kuota 0, kalau sama calo ada terus.”
Permasalahan ini diperparah dengan berkurangnya jumlah kapal yang beroperasi. Dari laporan warga, kapal yang beroperasi hanya dua unit. “Full karena roronya cuma dua,” ungkap @fitriaary. Akibatnya, antrean tiket pun semakin padat dan lama. “Hari ini aja tiket yang paling pertama jam 7, jam 11 baru naik kapal,” tambah @mawslighting.
Beberapa warga menyarankan untuk membeli tiket secara online setidaknya tiga hari sebelum keberangkatan. “Belinya jangan mendadak kalau online min, minimal 3 hari mau berangkat,” ujar @boriz\_10.
Sementara itu, akun @abibmohamed menambahkan bahwa tiket hanya dibuka dengan kuota terbatas. “Full terus min, sehari cuma buka 15 kuota katanya, tapi datang sana bisa pula beli kadang sama satpam.”
Banyak pihak mendesak agar pengelola dan pihak berwenang segera menertibkan praktik percaloan dan menambah jumlah kapal agar pelayanan terhadap masyarakat bisa lebih optimal, terutama di masa liburan dan akhir pekan.

Comment