Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

E-Modul KOMI Perkuat Peran Kader Posyandu Cegah Komplikasi Kehamilan di Tanjungpinang

26
×

E-Modul KOMI Perkuat Peran Kader Posyandu Cegah Komplikasi Kehamilan di Tanjungpinang

Sebarkan artikel ini
Tim PkM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang bersama kader Posyandu dalam kegiatan pengembangan E-Modul KOMI di wilayah kerja Puskesmas Batu X, Tanjungpinang. /F: ist

Tanjungpinang, suarakepri.com – Program Studi D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang terus mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tahun 2026. Salah satu upaya yang dilakukan yakni pengembangan dan pemanfaatan E-Modul KOMI (Komplikasi Kehamilan) untuk memperkuat kapasitas kader Posyandu dalam mencegah dan mendeteksi dini komplikasi kehamilan.

Program tersebut dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Batu X, tepatnya di Gedung Serbaguna Wijayapura, Kelurahan Pinang Kencana, Tanjungpinang. Kegiatan berlangsung dalam tiga tahap, yakni pada 11 Juni, 30 Juni, dan 10 Juli 2026.

Kegiatan diikuti 15 kader dari tiga Posyandu, yakni Posyandu Saliara, Posyandu Kecubung, dan Posyandu Pucuk Merah. Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pengembangan E-Modul KOMI, dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi penggunaan modul oleh kader, serta ditutup dengan evaluasi dan penyusunan rencana tindak lanjut.

Melalui E-Modul KOMI, para kader mendapatkan penguatan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan skrining serta pemantauan ibu hamil. Kader juga dibekali kemampuan untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil dan keluarga mengenai faktor risiko maupun tanda bahaya selama kehamilan.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Asmarita Jasda, S.Kep., M.Si.Med, mengatakan pengembangan E-Modul KOMI menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat peran kader Posyandu sebagai mitra tenaga kesehatan di tingkat komunitas.

“Pengembangan E-Modul KOMI (Komplikasi Kehamilan) bertujuan menghasilkan media edukasi digital yang praktis, interaktif, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan kader Posyandu dalam meningkatkan kapasitas mereka sebagai mitra tenaga kesehatan di tingkat masyarakat,” ujarnya.

Menurut Asmarita, upaya pencegahan komplikasi kehamilan tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Peran aktif kader di tengah masyarakat juga dinilai penting, terutama dalam membantu mengenali faktor risiko dan tanda bahaya kehamilan sejak dini.

“Melalui peningkatan kompetensi kader, diharapkan keterlambatan dalam mengenali komplikasi kehamilan dapat dikurangi sehingga ibu hamil memperoleh penanganan yang lebih cepat dan tepat,” katanya.

Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat sistem rujukan dini ke fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian, kader diharapkan mampu membantu menghubungkan ibu hamil yang membutuhkan penanganan dengan tenaga maupun fasilitas kesehatan secara lebih cepat.

Kegiatan PKM ini dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang yang diketuai Asmarita Jasda, S.Kep., M.Si.Med., bersama anggota Ns. Elsa Gusrianti, S.Kep., M.Si.Med., Ns. Annisa Oktari Erfi, S.Kep., dan Muzriatul Faidha, S.Tr.Kes., M.Biomed.

Program tersebut turut melibatkan lima mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan, yakni Alwan Asyraf, Suci Rahmah Selfia, Diva Febiola, Zee Zee Salsabilla Fasa, dan Cantika Putriana Dephy. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.

Pengembangan E-Modul KOMI diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi edukasi kesehatan berbasis digital yang membantu kader Posyandu menjalankan perannya secara lebih efektif. Kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang, Puskesmas Batu X, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan serta pengendalian komplikasi kehamilan di Kota Tanjungpinang.

Comment