Tanjungpinang, suarakepri.com – Upaya pencegahan stunting di Kota Tanjungpinang terus diperkuat melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan tim Dosen Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang yang dipimpin Bdn. Marella, SST., MKM, dan beranggotaka, Rita Ridayani, SST., M.Keb, Bdn. Kartika Sri Dewi Batubara, SST., M.Kes, Serta Mahasiswa kebidanan.
Program bertajuk “SMART ASIK: Edukasi ASI Eksklusif dan Pijat Oksitosin bagi Kader Posyandu” ini menyasar kader Posyandu di Kelurahan Batu IX guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam mendukung cakupan ASI eksklusif.
Program tersebut digelar sebagai respons atas masih tingginya angka stunting yang salah satunya dipengaruhi rendahnya pemberian ASI eksklusif dan keterbatasan pengetahuan kader dalam memberikan edukasi kepada ibu menyusui. Melalui pelatihan ini, para kader dibekali materi mengenai manfaat ASI eksklusif, teknik pijat oksitosin, serta strategi pencegahan stunting dengan menggunakan media edukasi inovatif berupa flashcard SMART ASIK.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Nilai rata-rata peserta pada pre-test sebesar 62,5 naik menjadi 86,7 setelah pelatihan. Selain peningkatan pengetahuan, seluruh kader juga dinyatakan mampu mendemonstrasikan pijat oksitosin secara tepat dan siap menerapkannya pada kegiatan Posyandu rutin.
Sekretaris Lurah Batu IX turut hadir memberikan dukungan selama pelaksanaan kegiatan. Pihak kelurahan juga membantu koordinasi peserta, penyediaan fasilitas, serta menjembatani kerja sama dengan Puskesmas Mekar Baru sehingga kegiatan dapat berlangsung efektif.
“Kader Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kader, kita berharap edukasi ASI eksklusif dapat diterapkan lebih intensif sehingga berdampak pada penurunan angka stunting di wilayah ini,” ujar Ketua Pelaksana, Bdn Marella, SST., MKM.
Meski sempat terkendala keterlambatan sejumlah peserta, kegiatan tetap berjalan optimal berkat penggunaan media alternatif seperti flashcard dan video edukasi berbasis QR code yang dapat diakses melalui ponsel. Seluruh rangkaian program telah selesai dilaksanakan, dan pelatihan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam meningkatkan kapasitas kader Posyandu serta mendukung upaya pemerintah daerah mewujudkan generasi Tanjungpinang yang lebih sehat dan bebas stunting.







Comment