Tanjungpinang, suarakepri.com – Upaya menekan angka komplikasi kehamilan kembali diperkuat melalui kegiatan sosialisasi Modul Komplikasi Kehamilan (KOMI) yang digelar di wilayah kerja Puskesmas Batu X, Selasa (9/9/2025). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara dosen Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang dan Puskesmas Batu X dalam rangka meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam mendeteksi serta mendampingi ibu hamil berisiko tinggi.
Komplikasi kehamilan masih menjadi penyebab 80–90 persen kematian ibu, dan sebagian besar disebabkan rendahnya akses serta paparan informasi yang memadai terkait kesehatan kehamilan. Kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya peran kader Posyandu sebagai garda terdepan dalam pencegahan dini di masyarakat. Melalui modul KOMI, para kader dibekali informasi sistematis mengenai tanda bahaya kehamilan, pendampingan ibu hamil, hingga langkah dokumentasi dan pelaporan yang tepat.
Sebanyak 15 kader dari tiga posyandu—Hangtuah Mandiri, Posyandu Saliara, dan Posyandu Saliara 2—mengikuti sosialisasi ini. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama rangkaian kegiatan, mulai dari pre-test, pemaparan materi, hingga sesi diskusi. Semangat tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kader Posyandu siap meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat komunitas.
Materi disampaikan oleh tiga dosen keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang, yaitu Asmarita Jasda, S.Kep., M.Si.Med., Ns. Elsa Gusrianti, S.Kep., M.Si.Med., dan Ns. Annisa Oktari Erfi, S.Kep. Ketiganya memaparkan tugas, fungsi, dan peran kader dalam mengawal kesehatan ibu hamil, termasuk upaya pencegahan komplikasi yang dapat membahayakan ibu dan janin.
“Modul KOMI yang diperkenalkan merupakan hasil pengembangan berbasis evidence-based dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Modul ini dirancang untuk membantu kader memahami langkah-langkah tepat saat menghadapi kasus komplikasi kehamilan,” ujar Asmarita Jasda.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Ns. Elsa Gusrianti. Ia menilai antusiasme peserta mencerminkan kepedulian kader terhadap kesehatan ibu hamil.
“Kami mengapresiasi partisipasi aktif kader. Kami juga berkomitmen mendampingi implementasi modul KOMI melalui supervisi lapangan dan penyediaan media edukasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ns. Annisa Oktari Erfi menambahkan bahwa kegiatan tersebut turut meningkatkan kepercayaan diri kader dalam menghadapi masalah kompleks di lapangan. Ia berharap sosialisasi serupa dapat berkelanjutan sebagai bentuk pembinaan rutin dari Puskesmas dan institusi pendidikan kesehatan.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, para pihak berharap angka komplikasi kehamilan dapat ditekan melalui deteksi dini dan intervensi komunitas yang lebih terstruktur. Sosialisasi Modul KOMI disebut menjadi langkah awal strategis dalam memperkuat sinergi tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan lembaga pendidikan demi terwujudnya pelayanan kesehatan ibu dan anak yang lebih baik.







Comment