Tanjungpinang, suarakepri.com – Sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat, dosen dan mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan menggelar edukasi kesehatan mental bagi remaja Karang Taruna di wilayah kerja Puskesmas Sei Jang.
Kegiatan bertema “Upaya Pencegahan Stres dan Kecemasan pada Remaja” tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan pihak Puskesmas Sei Jang dan bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sejak dini.
Edukasi dilaksanakan di dua posyandu remaja, yakni Posyandu Rajawali pada 9 Mei 2026 dan Posyandu Tunas Salam pada 15 Mei 2026. Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para remaja maupun orang tua yang hadir.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengertian stres dan kecemasan pada remaja, faktor penyebab, tanda dan gejala, hingga dampak yang dapat muncul apabila kondisi tersebut tidak ditangani dengan baik.
Selain itu, tim pengabdian juga memberikan edukasi tentang langkah sederhana untuk mengelola stres secara positif, seperti menjaga pola hidup sehat, membangun komunikasi yang baik, melakukan aktivitas yang menyenangkan, serta menerapkan teknik relaksasi sederhana.
Ketua tim kegiatan, Ns. Rian Yuliyana mengatakan kesehatan mental remaja menjadi perhatian penting karena tekanan emosional yang dialami remaja saat ini semakin beragam.
“Remaja perlu dibekali kemampuan mengenali dan mengelola stres sejak dini agar mereka mampu menghadapi tekanan kehidupan dengan cara yang sehat dan positif,” ujarnya.
Sementara itu, H. Haryadi menilai keterlibatan keluarga dan lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan mental remaja.
“Dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial sangat berpengaruh terhadap kondisi psikologis remaja. Karena itu, edukasi seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.
Hal senada disampaikan Hj. Suharti yang mengapresiasi antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.
“Para remaja terlihat aktif berdiskusi dan berani menyampaikan pengalaman maupun persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Ini menjadi tanda bahwa mereka membutuhkan ruang yang aman untuk berbagi,” ungkapnya.
Kegiatan dikemas secara interaktif melalui sesi penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab sehingga peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para remaja semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, mampu mengenali tanda-tanda stres dan kecemasan, serta memiliki kemampuan mengelola tekanan emosional secara sehat dan positif.
Selain itu, kegiatan pengabdian masyarakat tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan peran keluarga dan lingkungan sekitar dalam memberikan dukungan kepada remaja demi terciptanya generasi muda yang sehat, produktif, dan berdaya saing.







Comment