Tanjungpinang, suarakepri.com — Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa Pelatihan Pendamping Minum Obat (PMO) dalam Pengobatan Pasien TB Paru yang berlangsung di Aula Kantor Camat Tanjungpinang Kota pada 12–13 September 2025. Kegiatan ini melibatkan 20 peserta yang terdiri dari kader kesehatan dan keluarga pasien TB Paru, dengan dukungan penuh dari Puskesmas Kampung Bugis Kota Tanjungpinang.
Tim pengabdian masyarakat dipimpin oleh Ketua, Ns. Meisa Daniati, M.Kep., bersama anggota Ns. Rian Yuliyana, MNS dan Romalina, S.Kep., Ners., M.Kep.. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader serta keluarga pasien agar dapat mendampingi pasien TB Paru dengan baik, memastikan kepatuhan dalam pengobatan, sekaligus mencegah penularan di lingkungan sekitar.
Hari pertama diawali dengan pengisian kuesioner (pretest) untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta. Acara dipandu oleh MC, Bu Romalina, kemudian dilanjutkan dengan materi pertama oleh Meisa Daniati mengenai penyakit Tuberkulosis (TB Paru) dan tata laksana pengobatan TB Paru, disampaikan secara interaktif melalui pemutaran video edukasi hasil penelitian sebelumnya. Materi kedua disampaikan oleh Rian Yuliyana mengenai pengelolaan kecemasan bagi pendamping pasien TB Paru, lengkap dengan latihan praktis agar peserta lebih memahami cara memberikan dukungan emosional. Sesi hari pertama ditutup dengan pengisian kuesioner (posttest) untuk mengukur peningkatan pengetahuan.
Pada hari kedua, fokus pelatihan beralih pada aspek pencegahan penularan. Meisa Daniati memberikan materi sekaligus praktik langsung tentang penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), etika batuk, serta teknik batuk efektif. Peserta diberi kesempatan mencoba sehingga lebih mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Secara keseluruhan, kegiatan berjalan lancar dengan antusiasme tinggi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta tentang peran PMO, manajemen kecemasan, dan pencegahan penularan TB Paru. Salah seorang peserta, Bu Nani, menyampaikan rasa terima kasih.
“Kami jadi lebih percaya diri untuk merawat pasien TB Paru dengan benar setelah mengikuti pelatihan ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Meisa Daniati juga mengucapkan terima kasih kepada Sunyoto, S.Kep., Penanggung Jawab Program TB Paru Puskesmas Kampung Bugis yang telah menjadi mitra pengabdian masyarakat sekaligus memfasilitasi kegiatan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.
“Kami sangat terbantu oleh dukungan penuh dari Puskesmas Kampung Bugis. Semoga pelatihan ini membuat masyarakat semakin peduli terhadap TB dan menjadi bagian dari upaya mengeliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para kader dan keluarga pasien TB Paru semakin siap menjadi garda terdepan dalam mendukung pengobatan, mencegah penularan, serta ikut berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Tanjungpinang yang lebih sehat bebas TB












Comment