Tanjungpinang, suarakepri.com – Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang: Prodi DIII Keperawatan bersama Puskesmas Batu 10 menggelar kegiatan edukasi kesehatan bertema “Upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap stunting sejak dini melalui pemantauan tumbuh kembang balita di wilayah kerja puskesmas batu 10 kota Tanjungpinang” di Posyandu Syafakalloh, Kota Tanjungpinang, Rabu (10/9).
Ketua Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas), Hj. Suharti SST., MPH, menjelaskan bahwa stunting bukan hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan kecerdasan, menurunkan produktivitas, dan meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, obesitas, dan jantung di masa dewasa.
“Jika tidak dicegah sejak dini, stunting dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia suatu negara. Ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masa depan bangsa,” ujar Suharti.
Kegiatan ini diawali dengan pemeriksaan tumbuh kembang balita, dilanjutkan dengan sesi edukasi kesehatan mengenai pencegahan stunting. Para kader posyandu dan ibu-ibu yang hadir antusias mengikuti kegiatan dan aktif mengajukan pertanyaan seputar pola asuh, gizi, serta pemantauan tumbuh kembang anak.
Menurut Suharti, keterlibatan masyarakat dan pemantauan rutin di posyandu menjadi kunci untuk memastikan balita tumbuh sehat dan terhindar dari risiko stunting.
“Edukasi seperti ini penting agar orang tua memahami tanda-tanda tumbuh kembang anak dan mampu memberikan asupan gizi yang sesuai,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita semakin meningkat, sehingga angka stunting di Tanjungpinang dapat terus ditekan.









Comment