Promo FBS
FBS Reliable Broker
Bintan

SPBU Km 16 Bintan Akui Human Error, Sampel Pertalite Diuji di Laboratorium

28
×

SPBU Km 16 Bintan Akui Human Error, Sampel Pertalite Diuji di Laboratorium

Sebarkan artikel ini
SPBU Km 16 Bintan terpantau sepi, Selasa (25/8/2026). Tidak terlihat kendaraan melakukan pengisian BBM saat awak media melakukan pemantauan di lokasi. /F: Thafan Casper

Bintan, suarakepri.com – Pengelola SPBU Km 16 Bintan mengakui adanya kesalahan dalam proses pengisian bahan bakar minyak (BBM) yang diduga menyebabkan masuknya solar ke dalam tangki Pertalite. Kesalahan tersebut disebut sebagai human error dan membuat aktivitas pengisian Pertalite dari tangki terkait dihentikan.

Pengakuan itu disampaikan pengelola SPBU, Ira S, saat dikonfirmasi pada Selasa (25/8/2026). Menurutnya, kesalahan tersebut terjadi tanpa disengaja dan diketahui saat proses pengisian berlangsung.

“Ini semuanya ketidaksengajaan, human error,” ujar Ira melalui pesan WhatsApp.

Setelah kesalahan diketahui, pihak SPBU kemudian menghentikan pengisian Pertalite dari tangki tersebut sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, sebelum penghentian dilakukan, terdapat dua kendaraan yang disebut sempat mengisi BBM dari tangki tersebut.

“Dua kendaraan sempat mengisi. Salah satunya sudah melaporkan kejadian itu kepada kami,” katanya.

Persoalan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Pertamina untuk mendapatkan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak SPBU juga mengirimkan sampel BBM dari tangki terkait ke laboratorium untuk memastikan kandungan BBM di dalamnya.

“Sudah kami laporkan juga masalah ini ke pihak Pertamina. Kami juga sudah mengirim sampel ke laboratorium untuk dilakukan uji,” ujar Ira.

Terkait jumlah solar yang diduga masuk ke dalam tangki Pertalite, pihak pengelola memperkirakan porsinya sekitar satu persen dari total BBM yang berada di dalam tangki, yang disebut mencapai sekitar 24 ton.

Namun, angka tersebut masih merupakan perkiraan dari pihak pengelola dan belum dapat dipastikan secara ilmiah. Kepastian mengenai kandungan maupun kadar pencampuran BBM masih menunggu hasil pengujian laboratorium.

Pengakuan tersebut menjadi perkembangan baru setelah sebelumnya sejumlah warga mengeluhkan kendaraan mereka mengalami gangguan setelah mengisi Pertalite di SPBU Km 16 Bintan.

Salah seorang warga, Hendrik, mengaku sepeda motornya mengalami kerusakan setelah mengisi Pertalite dan kemudian harus dibawa ke bengkel.

“Kemarin kami isi, sekarang motor masuk bengkel, klepnya pada bocor,” kata Hendrik, warga Toapaya.

Hendrik juga menyebut sejumlah rekannya mengalami persoalan serupa. Gangguan yang dirasakan, menurut dia, antara lain kendaraan kehilangan tenaga hingga mengeluarkan asap setelah digunakan.

Meski demikian, sejauh ini belum dapat dipastikan apakah gangguan pada kendaraan tersebut berkaitan langsung dengan dugaan pencampuran BBM. Kepastian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap sampel BBM serta penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.

Di sisi lain, ketika ditanyakan mengenai kemungkinan pemberian kompensasi kepada pemilik kendaraan yang mengaku mengalami kerusakan, pihak pengelola SPBU belum memberikan penjelasan mengenai bentuk maupun mekanisme penanganannya.

Pihak SPBU sebelumnya menyatakan telah menerima laporan dari salah satu pemilik kendaraan dan telah meneruskan persoalan tersebut kepada Pertamina.

Pengelola SPBU memastikan proses penanganan tetap dilakukan dan berharap pelayanan Pertalite dapat kembali normal setelah pemeriksaan serta langkah penanganan selesai.

“Kami berharap besok pelayanan Pertalite sudah kembali normal,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, hasil pengujian laboratorium terhadap sampel BBM tersebut belum diketahui. Karena itu, kepastian mengenai kandungan BBM di dalam tangki, kadar pencampuran, serta kaitannya dengan gangguan kendaraan yang dikeluhkan warga masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang.

Comment