Petani Tolak Pembangunan SUTT di Lahan Mereka

  • Share

Baubau, SuaraKepri.com – Para petani sawah Kelurahan Kantalai, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara menolak pembangunan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) di lahan pertanian warga.

Penolakan terjadi pada saat pertemuan rapat sosialisasi di Gedung Kelurahan Kantalai yang dipimpin oleh Camat Lea-Lea dan Lurah Kantalai, Sabtu (28/03).

banner 336x280

Pemilik lahan merasa keberatan atas tindakan perusahaan yang sebelumnya melakukan aktifitas di area persawahan tanpa koordinasi dan izin dari pemilik lahan.

Muslimin mengungkapkan pihak perusahaan belum pernah menghubunginya dan telah mematok titik SUTT dilahan sawah miliknya tanpa izin.

“Menurutnya sebaiknya pembangunan tersebut digeser dan didirikan kelokasi yang bukan lahan produktif (persawahan warga),” imbuhnya.

Camat Lea-Lea, La Ode Muhammad Arwah akan menegur dan mengingatkan perusahaan, sesuai permintaan warga.

“Agar sebelum melakukan aktifitas pengecekan sebaiknya melibatkan masyarakat setempat yang lahannya akan dipergunakan sebagai pembangunan SUTT,” ungkapnya.

Sementara itu Lurah Kantalai, Hajirun menyampaikan kembali kepada pihak perusahaan agar mengecek ulang titik SUTT.

“Sebaiknya pihak perusahaa mencarikan solusi agar titik SUTT tidak melewati lahan produktif dikelurahan Kantalai,” paparnya.

“Masalah harga tanah yang dijadikan titik tower akan dibahas setelah titik SUTT sudah mendapatkan izin dari pemilik lahan” tutupnya.

Penulis : Thafan Chasper

  • Share