Anambas, SuaraKepri.com – Hanya dengan 395 ekor ayam petelur, Desa Teluk Siantan membuktikan bahwa desa punya gigi dalam urusan pangan dan ekonomi. Potensi ini mendapat sorotan tajam dari DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas yang turun langsung meninjau peternakan ayam petelur BUMDes Amanah di Kecamatan Siantan Tengah.
Ketua Komisi III DPRD Anambas, Adnan, tidak sekadar datang melihat. Ia membawa misi serius: memastikan peternakan ini tidak hanya berjalan di tempat, tetapi bisa menjadi motor ekonomi baru bagi warga.
Di Balik Kandang BUMDes Amanah
Adnan mengelilingi kandang, berinteraksi dengan peternak, dan menggali data hingga ke akar-akarnya. Mulai dari proses produksi, keluhan teknis di lapangan, hingga mimpi besar pengelola untuk memperluas pasar.
“Kita harus ubah pola pikir. Jangan puas hanya mencukupi kebutuhan satu desa. Mari kita targetkan pasar yang lebih luas. Ini soal ketahanan pangan kita bersama,” tegas Adnan di sela-sela peninjauan.
Ia juga menyoroti pentingnya efisiensi dan manajemen kualitas. Menurutnya, jika pengelolaan profesional, peternakan ini bukan hanya mendatangkan pendapatan desa, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi anak muda setempat.
Pengelola BUMDes Amanah, Desniwati, mengakui bahwa produksi masih naik turun seperti irama ombak. Saat cuaca bersahabat, produksi bisa mencapai 50 butir per hari. Namun, di hari hujan atau panas ekstrem, produksi bisa turun ke angka 30 butir.
“Kami baru berjalan delapan bulan. Tantangan cuaca memang nyata, tapi kami terus belajar,” ujar Desniwati.
Namun, semangat itu tak padam. Adnan pun memastikan DPRD akan mengawal kebijakan yang berpihak pada pengembangan peternakan desa. Tidak hanya sebagai proyek BUMDes, tetapi sebagai pemasok telur kabupaten di masa depan.
Melalui kunjungan ini, sinergi antara DPRD, Pemerintah Daerah, dan BUMDes diharapkan semakin kokoh. Semua sepakat: peternakan ayam petelur di Teluk Siantan bukan lagi proyek coba-coba, tapi kenyataan yang harus ditumbuhkan menjadi lumbung pangan baru di Kepulauan Anambas.

Comment