BATAM, SuaraKepri.com – Ratna Wati seorang gadis cantik korban jambret, Vegi Verliana Motika (19) warga Perumahan Tering Raya blok B2 Nomor 6, Melcem, Batu Ampar, meminta para pelaku dihukum mati.
Vegi sendiri akhirnya meninggal dunia setelah mengalami koma selama lima hari setelah terjatuh akibat dijambret di kawasan Bukit Daeng Batuaji.
“Ya…mas tembak mati aj ….aq sebagai mamanya. Tak rela anakku d perlakukan sampai koma dan Kritis seperti itu berikanlah hukuman yg setimpal orang yg menjambret itu,” begitulah yang disampaikan Ratna saking geramnya di media social facebook.

Begitupun juga dengan korban penjambretan yang dialami Siti Nurhalimah (33). Wanita yang berprofesi sebagai seorang guru di SD IT Rihatul Jannah Legenda Malaka tersebut turut meninggal dunia setelah dijambret di kawasan jalan raya kampus Universitas Internasional Batam, Baloi.
Beberapa warga yang pernah menjadi korban jambret mengalami trauma dan takut berkendara di malam hari. Hal tersebut diungkapkan Yeda. Wanita yang bekerja sebagai pegawai swasta ini pernah dijambret di Simpang Gorengan Baloi Kesehatan.
Kepolisian Polresta Balerang pun tidak main-main lagi dengan aksi penjabretan di Kota Batam tersebut. Bahkan mereka mengerahkan para petugas patroli pakaian dinas dan bebas yang disebarkan hampir seluruh Kota Batam.
[sk]

Comment