BATAM, SuaraKepri.com – Baku tembak terjadi antara sekelompok anggota TNI Batalyon Infanteri 134 Tuah Sakti dengan anggota Brimob di Markas Komando (Mako) Brimobda Kepri, di Tembesi, Batuaji, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (21/09/2014) malam.
Baku tembak itu menyebabkan empat anggota Yonif 134/TS terkena peluru dari anggota Brimob sehingga harus dilarikan ke RSUD Embung Fatimah untuk dilakukan operasi pengeluaran proyektil peluru.
Sebagaimana informasi yang dilansir Tribun Batam, empat anggota yang terkena tembakan itu adalah Praka Eka Basri (anggota Kompi A), Pratu Eko (Kompi Markas), Pratu Ari (Kompi Markas), dan Pratu Ari (Kompi Bantuan) yang semuanya terkena tembakan pada paha sebelah kiri.
Diperoleh keterangan dari sumber di Yonif 134/TS, sebelum baku tembak, juga sempat terjadi pemukulan yang dialami oleh Praka Eka Basri. Pihak Denpom (Detasemen Polisi Militer) telah mengamankan barang bukti gitar yang digunakan untuk pemukulan tersebut.
Barang lain yang diamankan dari tempat kejadian perkara, satu unit sepeda motor Mio warna hitam BP 5523 FH, motor Honda Beat warna hitam BP 3574 JM, dan lain-lain.
KSAD persingkat kunjungan di Australia
Insiden ini rupanya disikapi serius KSAD, Jenderal Gatot Nurmatyo. Dia segera mempersingkat kunjungannya di Australia.
“Kepala Staf TNI AD sendiri akan segera bertolak dari Brisbane siang ini (lebih cepat dari jadwal) menuju tanah air untuk menuntaskan insiden ini,” kata Kapuspen TNI AD, Brigjen Andika Perkasa, Senin (22/09/2014).
Insiden bentrokan terjadi pada Minggu (21/9) malam. Saat itu Polda Kepri dan Brimob melakukan penggerebekan penimbunan BBM ilegal. Versi TNI disebutkan, pelaku melarikan diri dan pihak kepolisian melakukan pengejaran.
Namun saat itu dua anggota TNI yang baru pulang dari apel tak sengaja terkena tembakan polisi. 2 Anggota TNI mengalami luka tembak.
Kemudian 2 anggota TNI lainnya yang mencoba menjemput temannya di markas Brimob juga disebut TNI AD malah mengalami luka. Anggota TNI ini kini masih dirawat di rumah sakit.
Salah paham
Petugas sedang memasang garis polisi di lokasi kejadian bentrok antara anggota TNI Batalyon Infanteri 134 Tuah Sakti dengan anggota Brimob di Markas Komando (Mako) Brimobda Kepri, di Tembesi, Batuaji, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (21/9/2014). (TribunNews)
Petugas sedang memasang garis polisi di lokasi kejadian bentrok antara anggota TNI Batalyon Infanteri 134 Tuah Sakti dengan anggota Brimob di Markas Komando (Mako) Brimobda Kepri, di Tembesi, Batuaji, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (21/9/2014). (TribunNews)
Sementara itu Pangdam 1 Bukit Barisan, Mayjen TNI Istu Hari S, mengatakan bentrokan yang terjadi antara personil TNI AD bertugas di Yonif 134/TS dengan personel Brimob Polda Kepri, Minggu (21/09/2014), merupakan suatu insiden yang berawal dari salah paham antara kedua personel.
“Kemarin sekira pukul 22.00 WIB saya mendapat telepon dari Komandan Korem dari Batam. Dalam telepon tersebut dijelaskan adanya bentrok antara personil yang bertugas di Yonif 134/TS dengan aparat Brimob Kepri. Sebelum adanya bentrok seluruh petugas di Yonif melakukan apel. Setelah itu, seluruh personil pulang ke rumah masing-masing,” ujarnya ketika memberikan keterangan pers kepada awak media, Senin (22/09/2014) siang.
Selain itu, kata dia, seorang petugas yang pulang kerumah melihat adanya keramaian di seputaran Citra Asri. Adapun yang melintas tersebut adalah Praka Ari Krisbianto Nrp 31130076800392 yang hendak pulang ke kawasan Bangkong Laut. Namun demikian, dalam aksi pengerebekan penimbunan BBM tersebut terjadi salah paham dan keributan.
“Karena terjadi keributan itu, akhirnya seorang anggota tersebut, Prada Ari Krisbianto, dan Pratu Hari Sulistyo tertembak, karena pada saat itu, anggota Brimob mengeluarkan tembakan ke arah depan perumahan Cipta Asri. Kemudian kawan-kawan dua anggota TNI tersebut yang kebetulan di luar setelah apel, berkisar 10-15 orang datang ke Markas Brimob, tapi saya tegaskan seluruh personel yang datang ke markas tidak gunakan senjata,” katanya.
Dia mengemukakan setelah mendengar informasi tersebut langsung memberikan tugas kepada Komandan Korem, untuk melakukan apel, kembali serta tidur di lapangan agar meredam masalah itu. Tak hanya itu, hari ini, Senin (22/9) menugaskan Asintel ke Batam untuk menyelesaikan masalah. Bahkan, ia bakal turun ke lapangan agar masalah tersebut dapat selesai.
“Adapun korban luka tembak adalah Praka Eka Basri Nrp 31050102130283 jabatan Ta Kipan A. Luka robek di kepala depan akibat dikeroyok, paha kiri tembus menuju belakang akibat tembakan. Kedua, Pratu Ari Kusbianto Nrp. 31090067460190 jabatan Ta Kes Kima Yonif 134/TS luka dua tembakan di pergelangan kaki kiri atas dan bawah akibat tembakan, proyektil masih bersarang,” ujarnya.
Dia menjelaskan korban luka lainnya, yang mengalami luka-luka adalah Prada Hari Sulistyo Nrp. 3113076800392 jabatan Ta Kiban, luka tembak dari jari telunjuk kaki kanan kearah kaki atas. Kemudian Praka Eka Saputra Nrp. 31100367160789 luka tembak pada bagian paha.
[sk]

Comment