banner 728x250

Dianggap Wajar, P2TP2A Tidak Sepakat Dengan Kepala Sekolah SMAN 1

  • Share

Bintan, suarakepri.com – Sebelumnya, diketahui adanya laporan kekerasan fisik yang dialami oleh salah seorang murid di SMAN 1 Bintan, sehingga menyebabkan memar di bagian lengan sebelah kiri. Selasa (07/09)

Berdasarkan hasil wawancara awak media kami pada hari Jumat, tanggal 03 September 2021, Kepala sekolah SMAN 1, Abdul Gofur membenarkan kejadian tersebut, dan mengatakan kejadian ini sudah diselesaikan dengan baik, antara orangtua murid dan pihak sekolah.

banner 336x280

Ia menjelaskan, Saat ini pihak sekolah akan memberikan pembinaan kepada pelaku tersebut, berupa terguran secara lisan dan tertulis, Menurutnya, Hukuman yang diberikan oleh pelaku kepada muridnya pada saat kejadian, masih dalam batas kewajaran.

“Kami sudah mediasi dengan orangtua murid, menurut saya, Hukuman yang diberikan (Pelaku) masih dalam kadar yang sangat ringan dan tidak keterlaluan, tapi ini akan menjadi bahan evaluasi kami, agar kedepannya jangan sampai terulang kembali,” ujarnya.

Dilain pihak, Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) atau Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), Suparman juga menjelaskan dirinya sudah mempelajari dan melihat bekas memar yang disebabkan oleh cubitan pelaku.

Ia menerangkan, pada saat mengikuti mediasi antara orangtua murid dan pelaku di Kantor Kelurahan Kijang Kota, Lantai 2, dihadiri juga oleh Kepala Sekolah SMAN1 Bintan, Dalam mediasi tersebut telah diselesaikan dengan kekeluargaan.

“Setelah mediasi, keluarga korban dan pihak sekolah, ke Polsek melaporkan sudah tidak akan melanjutkan perkara tersebut, sudah dilakukan penyelesaian secara kekeluargaan (restorasi justice), ” ungkapnya.

Pada saat ditanyakan oleh awak media kami, apakah hukuman yang diberikan kepada murid tersebut dengan bukti visum merupakan hal yang wajar ?, Suparman menjawab “Ini sebenarnya tidak wajar, tapi ya kita harus memakluminya, namanya juga manusiawi, mungkin pelaku sedang ada gangguan atau masalah,” pungkasnya.

Ia juga menerangkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kejadian ini, dan telah meninggalkan nomor handphone kepada orantua korban dan murid tersebut agar diberikan kepada ketua Osis.

Tujuan menitipkan nomor tersebut, ia menjelaskan agar, Jika nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kedepannya, maka pihaknya akan mendatangi sekolah tersebut dan memberikan teguran kembali.

Sedangkan untuk laporan kepada pihak berwajib, ia mengaku belum tau persis perkembangannya seperti apa.

“Kami belum tau pasti di pihak kepolisian seperti apa, apakah akan membuat surat perjanjian apa tidak, karena itu paman murid yang melaporkan,” tutupnya.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *