Bintan, suarakepri.com – Kepala Desa Kelong, Alimin, telah mengungkapkan fakta mengejutkan yang menggemparkan warga. Nelayan-nelayan yang ditangkap baru-baru ini bukanlah warga lokal, melainkan pendatang dari Kabupaten Lingga, demikian disampaikan pada Jumat (26/04/2024).
Dalam pengungkapan tersebut, Alimin menjelaskan bahwa para nelayan hanya menggunakan kapal yang berasal dari warga Desa Kelong. Dari 14 orang yang ditahan, ternyata bukan asli warga Desa Kelong.
“Tidak bisa dipungkiri lagi, para nelayan yang ditangkap bukan berasal dari Desa Kelong. Mereka hanya menggunakan kapal dari salah satu warga desa kami, biasanya mereka itu hanya memancing ikan Delah,” ujarnya Alimin.
Dirinya juga menerangkan. Pemilik kapal telah mengurus surat-surat yang diperlukan, mengakui bahwa kapal tersebut melewati batas perairan Indonesia-Malaysia karena mengalami mati mesin.
Dilain pihak, salah satu anggota DPRD Bintan, Arwan mengonfirmasi penangkapan tersebut dengan memberikan tambahan informasi.
“Kapal itu milik ayah saya, yang dipercayakan kepada seorang warga Lingga. Kami berharap agar pihak berwenang dapat memberikan bantuan kepada para nelayan untuk kembali ke Indonesia,” ujar Arwan Akim.
Selain itu, terungkap bahwa dua di antara mereka sebenarnya berdomisili di Desa Kelong, karena adanya kerjasama bagi hasil dengan pemilik Kapal. (Thafan)






Comment