banner 728x250

Jangan Hanya Diam, DPRD Kepri Diminta Tegas Mengusut Tuntas Kekerasan Pada Siswa

  • Share

Bintan, suarakepri.com – Belum ada kejelasan pasti terkait kasus kekerasan pada anak yang dilakukan oleh salah seorang oknum guru di SMAN1 Bintan, Persatuan Pemuda Pemudi Tempatan (PERPPAT) Bentan mendampingi orang tua korban di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Bintan Timur pada jam 10:43, hari Kamis tanggal 16 September 2021.

Berdasarkan informasi dari orangtua korban, inisial Y pada saat di Mapolsek, ia bertemu dengan salah satu anggota Kepolisian dan mempertanyakan terkait hasil visum yang sempat dilakukan pada hari Selasa, tanggal 07 September, di RSUD Bintan.

banner 336x280

Namun. Menurutnya, pada saat diruangan Reskim, pihak Kepolisian menjelaskan, Bahwasanya hasil visum belum dapat ditunjukan, karena belum mendapatkan hasil dari pihak rumah sakit.

“Dari kepolisian mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat permintaan untuk hasil visum, tetapi pada saat dihubungi oleh pihak kepolisian dihari yang sama, hasil tersebut masih di RS dan sedang menunggu untuk ditandatangani oleh dokter yang menangani,” ujar Y.

Setelah mempertanyakan hasil visum, Y juga mempertanyakan tindak lanjut dari hasil laporan pengaduan yang sempat diajukan pada hari Selasa, tanggal 07 September 2021.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari kepolisian, kepolisian telah memanggil pihak Sekolah untuk memintai keterangan lebih lanjut pada hari Selasa tanggal 14 September 2021.

Adapun yang dimintai untuk hadir, Kepala Sekolah, Ketua Komite Sekolah dan Pelaku yang melakukan indikasi tindak kekerasan pada murid.

“Katanya sih sudah dipanggil, tapi pada saat saya dan salah seorang anggota Perppat ingin mengetahui hasil dari penyelidikan, pihak Kepolisian mengatakan belum dapat memberikan informasi lebih lanjut dikarenakan masih dalam proses penyelidikan dan belum menjadi konsumsi publik,” ungkap Y.

Ia juga menambahkan, pihak kepolisian juga menganjurkan kepadanya untuk membuat surat kuasa, agar dapat didampingi oleh hukum, dengan tujuan mendapatkan informasi lebih lanjut. Dan baru dapat mengembangkan penyelidikan setelah hasil visum keluar.

Dihari yang sama, salah seorang anggota PERPPAT Bentan, Muhammad Abduh alias Oman juga menyampaikan hal yang serupa sesuai dengan apa yang disampaikan oleh orangtua korban.

Oman menjelaskan, dirinya merasa heran dan mempertanyakan lambatnya pihak-pihak yang menangani kasus kekerasan tersebut.

Menurutnya, permasalahan ini sudah sampai ketahap penyelidikan dari Mapolsek dan bahkan Dinas Pendidikan Provinsi, P2TP2A serta UPTD PPA Kepri, DP3KB Bintan juga telah ikut membantu dalam menyelesaikan permasalahan ini.

Namun. Ia sangat menyayangkan belum adanya tindakan tegas yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait.

“Dari awal PERPPAT Bentan sudah mendalami dan mengikuti perkembangan kejadian ini, tapi belum ada tindakan tegas yang dilakukan. Semua pihak terkait menyatakan sudah memanggil pelaku dan korban, mau sampai kapan permasalahan ini hanya berputar pada mediasi dan pemanggilan,” ujar Oman.

Ia juga mengungkapkan, seharusnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat harus lebih aktif dan tegas dalam menyikapi permasalahan ini.

“Jika memang Dewan Bintan Timur tidak mampu bertindak tegas dan melakukan mediasi, apa perlu Dewan Provinsi Kepri yang harus turun tangan, karena, permasalahan di SMA juga merupakan tanggung jawab DPRD Provinsi,” tegas Oman.

“Perlu adanya tindakan tegas, sudah seharusnya Dewan turun tangan, jangan hanya berdiam diri dibalik kursi empuknya, kemana ni para anggota Dewan yang kami hormati, jangan hanya berdiam diri dan menutup mata ketika warganya butuh pertolongan,” pungkas Oman.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *