Bintan, suarakepri.com – Sepanjang Januari hingga Juli 2025, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Bintan mencatat sebanyak 45 kasus kekerasan terhadap anak. Sebagian besar di antaranya adalah kasus pencabulan, persetubuhan, dan kekerasan seksual.
Angka ini menunjukkan tren peningkatan, mengingat sepanjang tahun 2024 tercatat ada 82 kasus. Bila tidak dikendalikan, jumlahnya tahun ini bisa melampaui tahun sebelumnya.
“Tren kasus kekerasan terhadap anak meningkat,” kata Kepala DP3KB Bintan, Aryati, Selasa (29/7/2025).
Ia menyebut lonjakan laporan ini bukan hanya menunjukkan tingginya insiden, tetapi juga meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus yang sebelumnya banyak tersembunyi.
“Ini seperti fenomena gunung es. Masyarakat kini lebih banyak yang tahu ke mana harus melapor dan bagaimana penanganannya,” ujarnya.
Sebagai bentuk respons, DP3KB Bintan terus melakukan edukasi ke masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perlindungan anak. Selain itu, pemerintah juga menyediakan layanan pendampingan hukum dan psikologis, mulai dari proses pelaporan hingga pengadilan.
“Kami juga menyediakan layanan konseling serta rujukan rawat inap untuk korban yang mengalami trauma berat,” tambah Aryati.
Melengkapi upaya pemerintah, organisasi masyarakat sipil juga mengambil bagian. Relawan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) daerah Kepri, Tafan Juristian Putra, menekankan pentingnya peran keluarga sebagai lini pertama pencegahan kekerasan terhadap anak.
“Kekerasan terhadap anak tidak hanya soal penanganan setelah kejadian, tapi bagaimana keluarga mampu membangun komunikasi terbuka, penuh kasih, dan bebas kekerasan sejak dini,” ujar Tafan.
Menurutnya, PKBI Kepri secara aktif melakukan kampanye edukatif ke sekolah-sekolah, kelompok pemuda, dan keluarga rentan. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak, baik dari pemerintah, masyarakat, hingga media, untuk mendorong terbentuknya lingkungan yang aman dan ramah anak di Bintan.
Dengan meningkatnya jumlah laporan, pemerintah dan masyarakat diingatkan untuk tidak tinggal diam, melainkan memperkuat sinergi demi menciptakan Bintan yang bebas dari kekerasan terhadap anak.


Comment