Promo FBS
FBS Reliable Broker
Bintan

Pelaku Kekerasan Seksual Remaja di Bintan Hilang Jejak, Keluarga Menuntut Kepastian

1990
×

Pelaku Kekerasan Seksual Remaja di Bintan Hilang Jejak, Keluarga Menuntut Kepastian

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kekerasan pada anak. /F: pontas.id

Bintan, suarakepri.com — Sudah sepekan sejak laporan kekerasan seksual terhadap seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di Kabupaten Bintan diterima polisi. Namun hingga Senin (17/11/2025), keberadaan terduga pelaku masih belum terlacak, sementara keluarga korban mengaku belum mendapatkan perkembangan penyelidikan yang jelas.

Kasus ini mencuat setelah korban dilarikan ke fasilitas kesehatan pada Minggu (9/11/2025) karena mengalami pendarahan hebat saat melahirkan. Dari keterangan tenaga kesehatan, keluarga mendapati bahwa kehamilan tersebut merupakan akibat kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang pria yang tinggal di lingkungan yang sama.

Menurut sumber yang mengetahui kasus ini, korban selama ini bungkam karena mendapatkan ancaman dari pelaku.

“Setelah melahirkan, korban baru berani menceritakan apa yang dialaminya,” ujar sumber tersebut, Selasa (11/11/2025).

Keluarga kemudian membuat laporan resmi ke Polsek Gunung Kijang. Namun setelah laporan berjalan satu minggu, pihak keluarga mengaku belum menerima penjelasan terkait langkah penyelidikan, termasuk upaya penangkapan terduga pelaku.

Kapolsek Gunung Kijang, Iptu Rabul Yamin, sebelumnya membenarkan laporan tersebut. Namun ketika kembali dimintai konfirmasi pada Senin (17/11/2025), ia belum memberikan respons hingga berita ini diterbitkan.

Menanggapi keluhan keluarga yang belum menerima salinan bukti laporan, Kapolsek dalam pernyataan sebelumnya menegaskan bahwa setiap laporan resmi pasti disertai Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL).

“Setiap laporan polisi pasti ada STPL-nya,” ujarnya dalam pesan singkat.

Sementara itu, keluarga korban berharap kepolisian mempercepat proses penyelidikan dan segera mengamankan terduga pelaku, demi memastikan perlindungan hukum dan pemulihan psikologis bagi korban yang masih di bawah umur.

Comment