Bintan, suarakepri.com – Keberangkatan 44 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Bintan menuju Tanah Suci tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga ujian kebersamaan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Hal ini mengemuka dalam pelepasan JCH Kloter I Embarkasi Batam yang berlangsung di Aula Arafah Asrama Haji Batam, Rabu (22/4). Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti, menekankan pentingnya solidaritas antarjamaah selama berada di Arab Saudi.
Menurutnya, ibadah haji bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan perjalanan fisik dan mental yang menuntut kesabaran serta kemampuan menjaga emosi.
“Ibadah haji ini membutuhkan kekuatan fisik dan kesabaran. Di sinilah pentingnya kebersamaan, saling membantu, dan menjaga satu sama lain,” ujarnya.
Ia secara khusus menyoroti peran jamaah yang lebih muda untuk aktif membantu jamaah lanjut usia, mengingat kondisi di Tanah Suci yang kerap menantang, baik dari segi cuaca maupun aktivitas ibadah yang padat.
“Yang muda harus lebih sigap membantu yang lebih tua. Kekompakan itu menjadi kunci agar semua bisa menjalankan ibadah dengan baik,” tambahnya.
Sebanyak 44 jamaah asal Bintan tergabung dalam total 445 jamaah Kloter I Provinsi Kepulauan Riau. Rinciannya terdiri dari Kabupaten Lingga 27 orang, Kota Tanjungpinang 145 orang, dan Kota Batam 225 orang, serta didampingi empat petugas kloter.
Para jamaah diberangkatkan melalui Bandara Hang Nadim Batam menggunakan pesawat Boeing sekitar pukul 11.25 WIB dan dijadwalkan tiba di Madinah pada pukul 17.00 waktu setempat.
Lebih jauh, Deby mengingatkan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan panggilan istimewa yang harus dijalani dengan niat tulus dan keikhlasan.
“Ini adalah keberkahan bagi yang terpilih. Niatkan karena Allah, jaga kebersamaan, dan semoga seluruh jamaah diberikan kelancaran hingga kembali ke tanah air,” tutupnya.
Diketahui, jamaah haji asal Bintan dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 1 Juni 2026 mendatang melalui Batam.

Comment