banner 728x250

Ayo Jangan Takut Divaksin, Pemkab Lingga Buka Vaksinasi Massal

  • Share

Lingga, SuaraKepri.com – Pemerintah Kabupaten Lingga, menggelar vaksinasi masal bagi publik, adapun vaksin yang disuntikan ini berjenis vaksin Sonovac dan vaksin Astrazeneca.

Kegaiatan ini dilakukan di Gedung Nasional Dabo, Kecamatan Singkep, melalui tim gugus tugas covid-19 Kabupaten Lingga, kemudian vaksinasi ini terbagi menjadi 2 tahap yang pertama bagi lansia akan di berikan vaksin. Sinovac, sedangkan pelayanan Publik Vaksin Astrazeneca.

banner 336x280

Bahkan vaksinasi masal ini, disaksikan lansung oleh Presiden Republik Indonesia, Jokowi di Gedung Gubernur Kepri Tanjungpinang melalui virtual.

“Hari ini adalah vaksinasi untuk pelayanan publik meliputi Kejaksaan, bandara, pelabuhan, Syahbandar Laut, pelaku ekonomi yang melayani langsung publik, dan kemudian ada juga kita sediakan untuk vaksinasi lansia dengan vaksin Sinovac. Kalau untuk layanan publik, kita pakai Astrazeneca,” kata dr. Yan Cahyadi Anas.

Meski begitu, ia mengaku sangat sulit menemukan masyarakat yang ingin di vaksin, awal sasaran 500 orang, namun hal itu ia rasa butuh tenaga ekstra, sebab kurang nya kesadaran masyarakat tentang vaksin dan kurang nya informasih, sehingga banyak dari masyarakat yang tidak menerima informasih.

“Hari ini sasarannya 500 orang untuk 4 hari ke depannya. Targetnya 1000 orang. Kendalanya, sepertinya kurang informasi kepada masyarakat. Jadi, datangnya agak lambat, sedangkan meja pelayanan kita di sini ada 10 meja pelayanan, tetapi banyak yang masih kosong. Kita masih menunggu kehadiran masyarakat untuk pelayanan vaksin ini,” jelas dr. Yan Cahyadi Anas.

Apalagi, tambah dia banyak nya informasih yang simpang siur mengenai efek samping vaksin dan kasus-kasus yang terjadi ini republik ini, sehingga menambah ketakutan serta hilang nya kepercayaan masyarakat dengan vakinasi ini.

Padahal, menurut dia bisa di cek secara bersama jika vaksinasi ini merupakan baik untuk membentuk kekebalan imun tubuh, jika dikatakan vaksin ini mematikan, maka secara logikan pasti ia sendiri yang akan terkena terlebih dahulu.

“Kalau untuk lansia, mereka sebenarnya ingin divaksin. Hanya ada beberapa masyarakat yang kurang informasi tentang efek samping dari vaksin. Seperti yang kita dengar di pemberitaan nasional, ada beberapa vaksin yang menimbulkan efek samping yang berat. Jadi, itulah yang menimbulkan keraguan masyarakat untuk datang vaksinasi ke sini,” ujarnya dr. Yan Cahyadi Anas.

Sementara itu, untuk perbedaan dari kedua vaksin yang ada ini, dr. Yan Cahyadi Anas mengatakan kalau untuk teknis pembuatan vaksin Astrazeneca, lebih canggih sedikit dibandingkan daripada vaksin Sinovac sebelumnya.

“Kalau Sinovac itukan virus inaktif. Jadi, dia dari virus Covid-19 yang dimatikan. Itulah yang digunakan sebagai vaksin Sinovac. Kalau yang hari ini kita pakai, Astrazeneca, yang platformnya viral vektor. Jadi, dia menggunakan rekomendasi genetik. Jadi, memang teknik pembuatannya lebih canggih sebenarnya,” ucapnya dr. Yan Cahyadi Anas.

Begitu juga dengan efektivitas dari kedua vaksin tersebut. Terakhir, dr. Yan Cahyadi menambahkan kalau untuk pemberian vaksin Astrazeneca tahap kedua, berjarak 12 minggu dari penyuntikan pertama ini.

“Untuk tingkat efektivitasnya sudah diukur oleh para ahli. Untuk Sinovac sendiri untuk efektivitas untuk mencegah Covid sebanyak 65 persen. Kalau Astrazeneca sedikit lebih tinggi, sekitar 70 persen lebih. Untuk Astrazeneca, jarak penyuntikan pertama dan kedua sekitar 12 minggu,” kata dr. Yan Cahyadi Anas.

Penulis : Febrian S.r

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *