Lingga, SuaraKepri.com – Melihat kondisi Pelabuhan Tanjung Buton, di Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, cukup untuk mengelus dada, sebab pelabuhan domestik tersebut kini butuh perawatan yang ekstra (rehab total), Kamis (16/07/20).
Terlihat kondisi saat ini, pelabuhan yang terletak di Ibu Kota Kabupaten Lingga itu terdapat beberapa pagar yang sudah berkarat, bahkan telah hilang terkikis oleh uap asin air laut.
Menanggapi ini, Kapala Bidang (Kabid) Laut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga Syaid Asyari, mengatakan terkait rehab menurut dia, saat pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Murni, rehab pelabuhan domestik tidak dibahas.
“Untuk di APBD murni belum Ada, namun kemungkinan di masukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) untuk perawatan beberapa pelabuhan domestik,” kata Syaid Asyari kepada Suarakepri.com.
Nantinya saat pembahasan APBD Perubahan 2020 tersebut, terdapat beberapa pelabuhan domestik yang akan menjadi rehab proritas di tahun ini, intinya menurut dia, akan di utamakan pelabuhan pelabuhan antar pulau atau sejenisnya.
“Pelabuhan antar pulau. Untuk titik lokasi belum bisa di tentukan langsung, karena terkait kekuatan anggaran yang disiapkan untuk perawatan tersebut,” ujarnya.
Nah, terkait pelabuhan Tanjung Buton yang juga sebagai pintu masuk ke Ibu Kota Kabupaten Lingga dan saat ini menjadi salah satu distinasi budaya dan kuliner Khas Bunda Tanah Melayu, Syaid Asyari menyatakan untuk ditahun tidak ada rehabitas untuk pelabuhan yang didepannya terdapat batu berukir tapak sirih.
“Kalau Pelabuhan Tanjung Boton akan kita masukkan dalam APBD murni 2021 rehap total. Memang kondisi Pelabuhan Tanjung Buton tidak bisa kita masukkan dalam APBD perubahan di karenakan, banyak yang harus di perbaiki karena mengingat waktu APBD-P itu pendek,” pungkasnya.
Penulis : Febrian S.r







Comment