Lingga – Sudah hampir seminggu ini Daek, Ibu Kota Kabupaten Lingga diguyur hujan lebat. Seminggu itu juga, Daek hampir dikatakan lumpuh karena tidak bisa beraktivitas direndam banjir genangan air hujan.
Ini bukan kali pertama hujan berpanjangan di Daek Lingga, kurung waktu empat tahun ini terus menjadi langganan banjir air hujan akhir tahun.
Tetapi yang terparah, terjadi di tahun 2013 lalu. Dapat dikatakan telah terjadi banjir di dimana-mana, rumah-rumah warga terendam banjir dan perekonomian di Daek Lingga hampir lumpuh total.
Salah satu kampung yang terparah terkena dampak banjir akibat hujan yaitu di kampung Tande Hulu. Di guyur hujan berkepanjangan bahkan air telah memasuki rumah warga.
Pemerintah Kabupaten Lingga mengimbau kepada masyarakat harap berhati-hati, dengan musim hujan tahunan yang berkepanjangan ini serta terjadinya air pasang dari laut.
“Emang hujan belum sekali lebat pak, tapi apabila hujan lebat, dikhawatirkan akan terjadi seperti kejadian di tahun 2013. Banjir bandang air setinggi satu meter saat itu merendam rumah-rumah warga,” Sekda Lingga, Said Parman, kepada awak media ini.
Banjir atau genangan air hujan juga merendam jalan-jalan protokol di Daek, yang merupakan jalan protokol ibu kota Kabupaten Lingga.
Banyak ternak ikan lele masyarakat yang ikut hanyut oleh banjir tersebut.
“Bahkan perkebunan warga juga dikhawatirkan akan gagal panen apabila hujan berkepanjangan, banjir pun semakin tinggi,” Rustani, salah satu tokoh masyarakat di Daek. (Ryan)







Comment