Lingga, SuaraKepri – Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga menegaskan bahwa sekolah jangan melarang siswanya membawa buku sekolah pulang dan jangan meminta murid memfoto copykan buku sendiri.
Hal ini dipaparkan Disdik Kabupaten Lingga saat gelar sosialisasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2018 untuk SD dan SMP se-Kabupaten Lingga.
Melalui Kasi Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Lingga, Supardi saat dijumpai pewarta di Balai Laila Sangguna, Kelurahan Daek, Kecamatan Lingga, kembali mengingatkan, pada hari Rabu kemarin(28/02).
Kalau ada guru sekolah yang meminta siswa memfotocopykan buku sendiri, segera laporkan ke dinas. Dari laporan itu, kata Supardi, maka Disdik akan melakukan tindakan tegas.
“Tentu ada sanksi. Apalagi sekolah yang membelanjakan tidak sesuai dengan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS),” ujarnya.
Tambahnya, maka dinas akan memblokir rekening sekolah untuk sementara sebelum itu diperbaiki.
“Terus seandainya dari penganggaran dana BOS tersebut masih tersisa, dana BOS ini bisa digunakan untuk keperluan lain,” terangnya.
Tetapi dengan alasan buku-buku pelajar untuk belajar siswa sudah terpenuhi.
“Baru dari sisa anggaran yang ada bisa di gunakan untuk keperluan yang lain,” tegas Supardi lagi, saat ditanya mengenai dana BOS.
Selain itu, Supardi juga mengatakan buku-buku yang disediakan oleh sekolah bisa dibawa pulang oleh siswa dengan catatan, buku-buku tersebut dijaga.
“Buku yang dibeli menggunakan dana BOS, pada dasarnya boleh dibawa pulang oleh siswa, dengan catatan buku itu dijaga, karena itu aset sekolah,” tambah Supardi.
Sebab menurutnya jika siswa tersebut naik kelas berikutnya, buku-buku itu masih bisa dipergunakan lagi untuk adik-adik kelasnya.
Ia juga mengatakan anggaran untuk pembelian buku baru itu setiap tahunnya dianggarkan, tapi dengan catatan buku-buku tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi atau hilang.
“Untuk anggaran pembelian buku baru itu ada, tahun ini juga sama. Tapi dengan catatan nanti pembelian buku tersebut apabila sudah rusak atau hilang, bisa diganti dengan menggunakan dana bos ini. Supaya nanti satu siswa itu tetap bisa mendapatkan satu buku, dengan rasio satu siswa satu buku permata pelajaran,” tutupnya.
Penulis : Rian







Comment