by

Masa Pandemi Covid-19, Yusri Kembangkan 3.500 Bibit Lele

Penulis : -Lingga-398 views

Lingga, SuaraKepri.com – Yusri, S.Ap.,M.Si., (33) pemuda asal Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, ini mengembangkan usaha ikan lele dirumahnya, hal ini bertujuan untuk mengasah hobinya selama ini.

Dimasa pandemi Covid-19 seperti saat ini, menurut dosen Stisipol Daik dan dosen STIT-LG yang juga merupakan dosen Fisipol UIR Riau itu, sangat tepat untuk mengembangkan usaha ikan lele.

Dikarenakan saat ini proses belajar mengajar sering dilaksanakan secara daring, sehingga ia memiliki sedikit waktu luang, yang kemudian dipergunakannya dengan membuka kolam lele, bahkan saat ini kolam lele milik dia bertambah hingga 90 kolam dengan jumlah bibit sebanyak 3.500 bibit ikan lele.

“Saya seorang akademisi di salah satu Perguruan Tinggi di Kabupaten Lingga. Di hari ini karena situasi dan kondisi negara kita ada wabah Covid-19, sehingga saya dan keluarga berniat untuk membuka usaha di sektor bidang perikanan, yaitu ikan air tawar jenis lele sebanyak 90 kolam. Per kolamnya kita isi sebanyak 3.500 bibit ikan lelenya,” kata Yusri kepada SuaraKepri.com.

Yusri berharap usaha yang dibuatnya saat ini bisa menampung tenaga kerja di sekitar lokasi desanya, sehingga dimasa masa sulit seperti ini, warganya dapat mencontoh dirinya membuka peluang, mengingat wilayah Marok Tua berada di pesisir pantai.

“Mudah-mudahan dengan usaha ini kita bisa menyerap lapangan kerja, khususnya di Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan ini,” harapnya

Sedangkan untuk panen ketiga nantinya, Yusri mengatakan kalau hasil panen itu akan diekspor keluar negeri dalam bentuk ikan olahan.

“Sekarang ini sedang menuju panen tahap ketiga. Hasil panennya nanti akan kita ekspor ke Johor, Malaysia, dan Singapura dalam bentuk ikan-ikan olahan,” jelas Yusri.

“Harapan kita ke depannya, marilah kita semuanya mendukung sektor perikanan ini untuk main di pasar luar. Untuk panen tahap ketiga ini, diperkirakan nantinya sebanyak lebih kurang 45 ton. Dari jumlah ini akan kita olah menjadi ikan salai sebanyak lebih kurangnya sekitar 15 ton. Ikan salai ini di Malaysia dihargai 57 Ringgit Malaysia. Kalau untuk ikan segar di Kabupaten Lingga, dihargai sekitar Rp25.000,00 per kilonya,” kata Yusri.

Sedangkan untuk pasar lokal, Yusri mengaku kalau sudah ada beberapa tempat di Kabupaten Lingga yang menjadi pemasaran ikan hasil kolamnya tersebut.

“Alhamdulillah kalau di Kabupaten Lingga, dari Dabo sampai ke Daik, kita sudah ada pasarannya. Walaupun satu bulannya tidak sampai 2 ton, tetapi setidaknya masyarakat sudah berani mengonsumsi ikan air tawar jenis ikan lele ini karena ikan lele ini memiliki kadar protein 98,8 persen dan baik untuk pertumbuhan anak-anak kecil, khususnya untuk operasi ataupun selesai khitan,” kata Yusri.

Penulis : Febrian S.r

Comment

Berita Lainnya