Lingga, SuaraKepri.com – Terkait kewenangan retribusi Pelabuhan Sei Tenam, Kabupaten Lingga, yang di ambil alih oleh Pemerintah Provinsi Kepri, salah satu tokoh pemuda Yusril Mandala angkat suara, Selasa (12/07/22).
Menurut Mandala aset Pelabuhan Sei Tenam yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Kepri terdahulu, hanye meninggalkan tiga bangunan saja, yakni kantor, satu bangunan rumah mesin dan satu dermaga, bahkan ia tidak tahu pasti pada tahun berapa bangunan tersebut dibangun,
Sebab, saat itu bangunan yang ada di Pelabuhan Sei Tenam tersebut tidak pernah gunakan kembali pada zaman kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga masih di pegang oleh Alm Muzamil Ismail pada tahun 2014 silam.
“Pada 2014 lalu Alm. Muzamil Ismail, pernah mencari tau tentang kepastian kepemilikan aset ke Dishub Provinsi dan ternyata waktu itu pun tidak pernah ada pelimpahan aset dari Provinsi Riau untuk Provinsi Kepri dan ahirnya beliau meminta izin ke Kadishub Pemrov untuk mengaktifkan kembali pelabuhan tersebut, dan menginginkan bangunan yang kumuh tersebut dapat di perbaiki, dan dapat di aktifkan kembali, oleh Bupati Kabupaten Lingga waktu itu H. Daria dan di setujui makan pada tahun 2014 ahir,” kata Mandala kepada SuaraKepri.com.
Sehingga dapatlah terealisasi bahkan di aktifkan kembali pelabuhan tersebut, setelah terlihat kemajuan dan padatnya jumlah penumpang, pelabuhan tersebut semakin di maksimalkan pembangunannya melalui anggaran APBD Kabupaten Lingga.
Untuk itu, Mandala merasa heran, jika hari Pemerintah Provinsi Kepri seperti mengaku-ngaku bahkan haus akan teritorial, sehingg hari ini tiba-tiba dengan sepihak Pemprov Kepri mengambil alih pelabuhan tersebut.
“Sementara di situ juga ada aset-aset kabupaten yang sudah terpasang menjadi sebuah bangunan, ini terkait kebijakan, sesama pemerintah daerah, dan sama-sama memiliki aset di satu kawasan, mohon pertimbangan dan di tinjau kembali, alangkah lucunya ababila kedepan nantinya, satu kawasan terdapat dua dermaga yg kepemilikan aset nya berbeda,” pungkasnya.
Penulis : Febrian S.r






Comment