Promo FBS
FBS Reliable Broker
Suara KepriTanjungpinang

“Mother of Malay” Gema Reggae dari Bintan di Festival Pemuda Fest 2025

1102
×

“Mother of Malay” Gema Reggae dari Bintan di Festival Pemuda Fest 2025

Sebarkan artikel ini
Performa Wak Lebon X Mooie Ska Reggae Paradise dalam festival Pemuda Fest 2025 di Tugu Sirih, Sabtu (07/11). /F: TC

Tanjungpinang, suarakepri.com – “Bila kau dengarkan, histori Bunda Tanah Melayu…” Nada-nada pembuka itu menggema dari panggung utama Festival Pemuda Fest 2025 di Tugu Sirih, Jumat malam (7/11). Lagu berjudul “Mother of Malay” ciptaan Iim Suhari atau yang kerap disapa Wak Lebon menjadi sorotan utama festival yang digelar untuk merayakan semangat kreativitas anak muda.

Lewat lirik yang menggambarkan keagungan budaya Melayu — dari Gunung Daek hingga laut terbentang luas — Wak Lebon menyampaikan pesan mendalam bahwa sejarah dan jati diri Melayu tak boleh dilupakan. Suara khas reggae berpadu dengan irama ska membuat pesan itu terasa segar, modern, dan membumi.

“Lagu Mother of Malay saya buat sebagai pengingat bahwa kita punya akar budaya yang kuat. Musik adalah cara paling indah untuk bercerita tentang siapa kita,” ujar Wak Lebon seusai tampil bersama band Mooi Ska Reggae.

Kolaborasi Wak Lebon X Mooi Ska Reggae asal Bintan yang dinakhodai Yandika Galant Ramadhan, seorang pengacara muda bersama rekan-rekannya menjadi penampilan satu-satunya di festival tersebut yang membawakan lagu ciptaan sendiri dan mencetuskan genre ska reggae. Perpaduan musik ska dan reggae yang enerjik membuat penonton ikut bergoyang sambil merenungkan makna dari setiap bait lagu.

“Anak muda sekarang harus tetap kreatif, jangan hanya konsumtif. Di tengah dunia yang serba digital dan maraknya kecerdasan buatan, kita masih bisa mencipta sesuatu yang orisinal, dari hati,” tambahnya.

Festival Pemuda Fest 2025 sendiri menjadi wadah bagi generasi muda di Kepulauan Riau (Kepri) khususnya Bintan untuk menyalurkan bakat seni, musik, dan kreativitas. Wak Lebon berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan, agar Kepri tak hanya dikenal lewat keindahan alamnya, tetapi juga semangat seninya.

“Bintan punya banyak talenta. Tinggal bagaimana kita terus menyalakan panggung untuk mereka,” ujarnya menutup malam penuh semangat itu.

Lirik “Mother of Malay” – Wak Lebon

Bila kau dengarkan Histori Bunda Tanah Melayu Gunung Daek bercabang tige Patah satu tinggal due

Bila kau saksikan Hamparan laut terbentang Bukti sejarah Melayu Takkan lenyap ditelan waktu

Dimane bumi dipijak Disitu langit dijunjung Duduk same rendah Berdiri same tinggi

Reff: Oh oh… ho ho… Mother of Malay Oh oh… ho ho… Mother of Malay

Comment