NATUNA, SuaraKepri.com – Anggota DPRD Natuna Dedi Yanto (Atet) berencana mengembangkan sektor perkebunan Kopi di wilayah Kecamatan Bunguran Tengah. Selain harganya terus meroket, tanaman ini dianggap mampu mendongkrak sektor perokonomian masyarakat.
Ia menyebutkan, Komoditi Kopi dianggap mampu menggantikan komiditi karet yang saat ini harganya fluktuatif (tidak stabil).
“Harga Kopi saat ini mencapai Rp. 70ribu perkilogramnya. Dan harga ini bisa saja terus naik seiring pertumbuhan ekonomi dunia,” Ujar Atet saat memberi sambutan pada acara Musrenbang Desa di Kantor Desa Air Lengit, Selasa (21/01/2025).
Saat ini kata Atet, sektor perkebunan di Bunguran Tengah hanya karet dan palawija yang belum mampu mendongkrak ekonomi petani, karena itu ia ingin mendorong peningkatan komoditas pertanian melalui tanaman kopi.
“Bunguran tengah sangat cocok untuk tanaman kopi. Selain itu daerah dataran tinggi lainnya dan juga komoditas kelapa untuk daerah pesisir dan kepulauan sekitarnya, ” Jelas Atet.
Sementara itu, Camat Bunguran Tengah, Suhandrik menyambut baik rencana tersebut. Bahkan saat ini sejumlah usulan petani di beberapa desa adalah perkebunan Kopi. “Saya setuju, karena memang di daerah lain Kopi menjadi komoditas unggulan selain Karet dan Kelapa, ” Kata Suhandrik.
Selain itu, lanjut Suhandrik, dari tiga Desa di Kecamatan Bunguran Tengah, dua diantaranya sudah memasukan usulan perkebunan Kopi dalam Musrenbang Desa. Ia berharap masyarakat di Desa Air Lengit juga mengusulkan hal serupa agar menjadi usulan prioritas Kecamatan.
“Desa Harapan Jaya dan Desa Tapau sudah memasukan usulan perkebunan Kopi pada Musrenbang Desa. Saya berharap kedepannya, Bunguran Tengah bisa menjadi salah satu daerah penghasil Kopi,” pungkasnya.
Penulis : Sholeh







Comment