Natuna, suarakepri.com – Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal didampingi Ketua Forum Kabupaten Sehat (FKS), Dandim 0318 Natuna dan beberapa pimpinan dan staf Organisasi Perangkat Daerah mengunjungi Kecamatan Bunguran Utara, Kamis pagi (16/4).
Dalam lawatannya tersebut, Bupati Dan Rombongan meninjau kesiapan penanganan Wabah Virus Corona (Covid-19) ditingkat KecamatanKecamata. Selain itu juga di gelar pertemuan dengan aparatur pemerintahan dan penyerahan secara simbolis bantuan Alat Pelindung Diri (APD), Alat Rapid Test kepada tenaga medis dan Bantuan Ketahanan Pangan berupa beras kepada masyarakat.
Pada kesempatan kunjugan ini, Hamid Rizal meminta himbauan dan arahan dari pemerintah pusat hendaknya harus disikapi serius oleh seluruh masyarakat, mengingat wabah Corona terkini semakin mengkhawatirkan.
Hamid Rizal juga menjelaskan tenaga medis adalah pejuang terdepan dalam penanganan wabah yang sedang terjadi. Mengingat resiko terpapar virus cukup besar dan segala resiko lainnya, pemerintah khususnya akan terus memberikan perhatian dan dukungan baik moral maupun kesejahteraan, bagi meningkatkan motivasi kerja dan pengabdian.
Pandemi Virus Cobid-19 sangat berdampak besar atas perekonomian masyarakat, untuk itu harapnya, seluruh masyarakat bisa mengikuti arahan yang sudah di sampaikan oleh Pemerintah.
“Dampaknya adalah masyarakat yang berprofesi dengan pemasukan harian maupun musiman, seperti pedagang, petani, jasa angkutan dan lain sebagainya, mengingat kegiatan ekonomi juga mengalami penurunan,” papar Hamid.
Namun demikian Hamid Rizal juga mengatakan bahwa, perekonomian masyarakat memang penting, namun kesehatan lebih penting.
“Oleh karenanya, dihimbau kepada masyarakat untuk mengikuti himbauan pemerintah dalam mendukung memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Kabupaten Natuna,” harapnya.
Camat Bunguran Utara, Mardi Hendika melaporkan beberapa kegiatan dalam rangka penanganan Covid-19, diantaranya melakukan sosialisasi dengan media spanduk dan kunjungan langsung rumah kerumah, selain itu petugas lapangan bagi pelayanan kesehatan masyarakat juga disiapkan untuk menangani dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Mardi juga melaporkan bahwa untuk Orang Dalam Pengawasan di Kelarik berjumlah 6 orang namun sudah selesai masa pemantauan.
“Orang Tanpa Gejala (OTG) 1 orang yang sedang dalam pengawasan, sedangkan Pasien Dalam Perawatan (PDP) nihil,” ungkap Mardi. (Hms/rozali)







Comment