NATUNA – Kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Natuna sangat melimpah dan menjadi lintas laut internasional, sehingga membuat negara tetangga sebagai perbatasan memiliki hasrat kuat untuk menguasai.
Hal tersebut dikatakan Bupati Natuna, Hamid Rizal dalam sambutannya pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kajian Pengembangan Wilayah Kabupaten Natuna, di Gedung Srindit Ranai, Selasa (31/10).
Dijelaskan Bupati Natuna, Hamid Rizal memaparkan ada empat alasan Natuna penting bagi Indonesia, diantaranya: Dari Sisi Geografis, Natuna berbatas langsung dengan negara tetangga dan dijadikan titik dasar terluar wilayah RI dalam Deklarasi Djuanda tahun 1957.
Dari Sisi Ekonomi, Natuna memiliki potensi SDA cadang gas yang diprediksi lebih dari 222 Trilion Cubic Feet (TCF) dan diprediksi mampu memenuhi kebutuhan gas Indonesia hingga 70% tahun kedepannya.
Dari Sisi Perikanan, Natuna memiliki potensi sumber daya perikanan laut lebih dari 1 juga ton pertahun baru sekitar 34% yang telah dimanfaatkan, bahkan Natuna baru menikmatinya 4,3%.
Terakhir dari sisi Pariwisata, Natuna memiliki potensi wisata laut yang sangat indah dan dapat dijadikan destinasi andalan baru.
Kondisi di atas, menurut Hamid sangat relevan dengan kebijakan Nawacita pertama dari Presiden Jokowi
“Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tti Matra terpadu yang dilandasi kepetingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim,” ujarnya.
“Potensi ancaman yang serius terjadi di kawasan laut Natuna Utara khususnya terkait dengan keberadaan Kepulauan Natuna, diantaranya penyeludupan, illegal fishing dan logging, teorisme, klaim wilayah dan kemungkinan perang terbuka diantara negara-negara yang bersinggungan di kawasan tersebut. Sehingga aspek pembahasan ini sangat perlu untuk kepentingan Pertahanan Negara,” tambah Hamid.
Saat ini, aspek kepentingan strategi kewenangan ketenagakerjaan di Kabupaten Natuna saat ini tenaga kerja yang potensial cukup banyak.
Namun tenaga-tenaga berkualitas masih sangat terbatas, sehingga pengembangan industry kreatif yang dapat mendongkrak perkembangan ekonomi masih kurang.
Aspek perkembangan hasil pembangunan di Natuna bidang sosial ekonomi masih dirasakan cukup lamban, namun ada peningkatan terhadap PDRB dan IPM di Natuna.
“Inflasi setiap aspek yang ada di Natuna perlu ditingkatkan, sehingga keresahan masyarakat tidak terjadi dan bahkan daya beli masyarakat relatif ada peningkatan,” tutupnya.
Penulis : Imam Agus
Editor : Mori
[sk]







Comment