Natuna, suarakepri.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Natuna melakukan pengecekan stok beras di gudang Bulog, (24/3/2020).
Pengecekan terebut dipimpin langsung oleh unsur Pimpinan DPRD Ketua DPRD, Andes Putra dan Wakil Ketua II, Jarmin Sidik, Ketua Komisi I, Wan Arismunandar, Ketua Komisi II, Marzuki, Ketua Komisi III, Rusdi, beberapa anggota lainnya, dan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Natuna.

Pengecekan pertama dilakukan di Gudang Bulog yang ada di Jalan Soekarno Hatta Ranai, rombongan diterima oleh Kepala Bulog Ranai, Yusnan MT Dongkran di ruang kerjanya. Di ruang tersebut rombongan DPRD mendapat penjelasan mengenai stok beras dan minyak goreng yang ada di gudang mikik Bulog tersebut.
“Stok yang ada di Gudang Bulog Ranai yaitu beras sama minyak goreng, beras yang ada saat ini adalah 980 ton sedangkan minyak goreng 10 ribu liter, estimasi cukup untuk stok tiga sampai empat bulan kedepan,” ujarnya.
Yusnan juga menyampaikan bahwa masyarakat Natuna tidak perlu khawatir dengan stok yang ada di bulog ini, pihaknya sudah mengajukan lagi ke pusat untuk penambahan stok sekotar 500 ton lagi.
Setelah mendapat penjelasan rombongan DPRD menuju gudang bulog untuk melihat stok beras dan minyak goreng yang ada disana.
Setelah meninjau stok beras dan minyak goreng di Bulog rombongan menuju salah satu agen sembako yang ada di sekitar Batu Hitam, disana para anggota dewan bertanya mengenai stok dan harga sembako apakah ada kenaikan atau tidak.
Yuyut sang pemilik toko menyampaikan bahwa stok sembako yang ada di tokonya aman, namun harga gula yang ada kenaikan, mengingat stok juga yang semakin menipis paling hanya bisa bertahan sampai 10 hari kedepan.
“Mengingat antisipasi transportasi dari Jakarta masih belum masuk, harga gula mengalami kenaikan berkisar antara Rp.14 ribu sampai dengan harga tertingginya Rp.18 ribu, sementara komoeiti lain harganya normal,” ujar Yuyut.
Selanjutnya rombongan mengecek stok ayam dan telor yang ada di salah satu agen besar, disana anggota dewan mendaatkan penjelasan mengenai stok telor dan ayam yang masih aman dan normal untuk beberapa hari kedepan, mengingat telor masih didatangkan dari luar jadinya stok juga tidak dapat banyak.
Ketua DPRD dan beberaa anggota lainnya berdialog dengan beberapa pedagang disana, kepada awak media Ketua DPRD Kabupaten Natuna, Andes Putra menyimpulkan bahwa berdasarkan hasil pantauan yang diakukan olehnya dapat disimpulkan bahwa stok dan harga sembako di Kabupaten Natuna aman.
“Tadi kami sudah keliling mulai dari Bulog, kedai-kedai dan sekarang di Pasar Ranai, saya dapat simpulkan stok kita aman,” ujarnya.
Namun Andes mengingatkan pihak pemerintah daerah khususnya Disperindag untuk tetap melakukan pemantauan bukanhanya di Ranai ibukota Kabupaten akan tetapi sampai ke tingkat kecamatan.
Hal yang sama disampaikan oleh Ketua Komisi II, Marzuki, dia menyampaikan bahwa stok sembilan bahan pokok di Natuna aman dan harganya masih stabil, kecuali harga gula aja yang pluktuatif mengingat stoknya juga kurang.
“Informasi dari mereka di Jakarta harganya masih Rp.18 ribu, namun gula yang dari pinang bisa dijual 14 ribu,” ujar Marzuki.
Marzuki meminta kepada Disperindagum untuk mengawasi, karena pasar juga harus bisa bermain, menurutnya ketika mereka beli dengan harga mahal, tentunya mereka jual sesuai dengan harga beli.
“Kita berharap ketersediaan bangan pokok aman di Natuna untuk menyambut bulan puasa, Idul Fitri dan juga tanggap darurat covid 19, asal mereka tidak menimbun dab masyarakat tidak berbondong-bondong memborong barang, maka akan aman masalah harga masih stabil,” tujasnya.
Ikut dalam pemantauan tersebut Wakil Ketua Komisi II, Hendry FN, Sekretaris Komisi II, Azi dan beberapa anggota DPRD Junaidi, Syaifullah, Daeng Amhar. (Tim)







Comment