NATUNA – Kepala Desa Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan, Idris, menanggapi berita yang beredar tentang kegiatan pembelian alat musik studio di Desa Cemaga, dikatakan Idris pembelian alat musik tersebut dibeli pada bulan Mei 2017 lalu, melalui usulan karang taruna dan BUMDes Cemaga.
Lanjut, Idris mengatakan alat musik tersebut dibeli di toko Istana Musik Pontianak, Kalimantan Barat. Ia mengakui pada saat pembelian alat musik tersebut Ia mendampingi PTK untuk berangkat ke Pontianak.
“Saya memang ikut berangkat mendampingi PTK untuk membeli alat musik tersebut. Itu pun kita berangkat tanpa menggunakan SPJ, karena kita berangkat tidak ada tujuan dinas, kita berangkat hanya untuk membeli barang dan langsung tujuan ketoko. Yang jelas saya hanya mendampingi dan saya tidak boleh belanja,”kata Idris saat ditemui dikantor desa Cemaga Kecamatan Bunguran Selatan, Jumat (29/09).
Mengenai total anggaran pembelian seperangkat alat musik yang tertuang dalam RAB sebesar Rp 148.789.000 sudah termasuk pajak dengan rincian : Belanja Honorarium Tim Panitia sebesar Rp 1.650.000 (4 orang panitia), Belanja Modal Pengadaan Alat Studio/Audio sebesar Rp 130.639.000, Belanja Modal Pengadaan Peralatan dan Mesin Lainnya sebesar Rp 16.500.000. Sedangkan berita yang beredar tentang belanja modal pengadaan alat-alat studio/audio sebesar Rp 130.639.000, itu semua sudah termasuk pajak dan keperluan lainnya.
“Untuk pembelian alat musik Keyboard Yamaha 970 memang di RAB tertulis Rp 20.739.000, kan itu sudah termasuk pajak. Klu belum dihitung pajak memang harganya dibawah harga di RAB. Dan sebelum membuat rencana pengadaan ini kita juga sudah survay harganya melalui browsing internet,” jelas Idris.
Lanjut dikatakan Idris, alat musik mana yang dibelikan membawahi harga RAB, untuk pembelian harganya kita berdasarkan dengan RAB.
Hanya saja alat musik yang berupa Sobwofer dan Speaker yang tidak sesuai dengan merk, di RAB seharusnya kedua alat tersebut bermerk ARK, tetapi berhubungan di setiap toko yang ada di Pontianak Kalimantan Barat barang tersebut tidak ada.
“Dan di kota lain seperti Batam ada jual, tetapi harganya diatas harga RAB, sehingga kita sepakat membeli merk lain sesuai dengan harga dari RAB. “Peralatan lain tidak ada masalah,” tuturnya.
“Peralatan musik tersebut sudah diserah terimakan kepada BUMDes Cemaga dan tidak ada masalah. Malahan alat musik tersebut sudah dimainkan dibeberapa acara dan sudah mendapatkan penghasilan sebagai pemasukan dan pendapatan BUMDes,” jelasnya.
Hanya saja pihaknya takutkan ada oknum yang tidak suka dengan kepemimpinan saya, sehingga mencari kesalahan dari saya.
“Saya sangat menghormati profesi wartawan, tapi saya harapkan agar setiap wartawan yang menulis berita harus konfirmasi terlebih dahulu kenarasumber, agar lebih jelas sumber beritanya,” tutup Idris. (Iman)
[sk]







Comment