Tanjungpinang, suarakepri.com – Terlihat, kondisi kawasan wisata kuliner Melayu Square (MS) yang terletak di Tepi Laut Tanjungpinang sangat menyedihkan.
Menurut kesaksian Ketua Himpunan Melayu Square, Safri alias Buyung selaku pedagang di MS menyebutkan, Keadaan ini sudah berlangsung sejak 3 bulan lalu.
Ia menjelaskan, Banyak para pedagang MS yang menerima dampak dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Menurutnya, para pedagang saat ini harus terpaksa menutup kiosnya dikarenakan tidak memiliki modal untuk membuka kembali dagangannya.
Terlihat, para pedagang yang awalnya terdapat sebanyak 22 orang, kini hanya 6 orang yang masih aktif sampai sekarang.
“Sebenarnya, kami mendukung kebijakan pemerintah, tapi bagaimana dengan permasalahan yang harus kami hadapi, belum lagi kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi,” ujarnya, pada hari Sabtu malam (04/09).
Ia juga mengungkapkan, mewakili suara para anggotanya, agar Walikota Tanjungpinang dapat lebih bijak dalam memberikan keputusan dan memikirkan solusi kedepannya.
Para pedagang juga sangat berharap sekali kepada pemerintah Kota Tanjungpinang, dan sebisa mungkin untuk didengarkan keluhannya sampai ke Pemerintah Provinsi Kepri.
“Kalau bisa, kami ingin lebih diperhatikan, terutama terkait dana, dan kami tidak masalah jika harus diberikan pinjaman,” tutupnya.


Comment