by

Beginilah Kronologis Penolakan Pasien di Puskesmas Kampung Bugis

Penulis : -Tanjungpinang-102 views

Tanjungpinang, suarakepri.com – Diketahui sebelumnya beredar informasi mengenai penolakan perawatan medis yang dilakukan oleh Puskesmas Kampung Bugis kepada seorang warga bernama Muhammad Ridha (52), Selasa (06/04).

Dijelaskan pada saat kejadian Ridha sempat meminta untuk dirawat sesuai arahan dari RSUD Provinsi karena trombositnya yang rendah.

Kemudian salah satu dokter yang sedang bertugas menolak untuk memberikan perawatan dengan alasan pasien masih kuat dan tidak perlu mendapatkan perawatan medis, dan saat ini sedang tidak ada tempat untuk disediakan ruang Rawat Inap.

Berdasarkan informasi yang didapat, tim kami melakukan penyesuaian informasi kepada pihak RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) RAT (Raja Ahmad Tabib) dan Puskesmas Kampung Bugis.

Susanti, Bagian Informasi dan Pemasaran khususnya di Customer Care RSUD Raja Ahmad Tabib membenarkan adanya pasien dengan nama yang sama sempat datang ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) pada hari Sabtu (03/04/2020).

“Dari hasil pemeriksaan, pasien seharusnya dirawat dan kebetulan ruang rawat yang dituju sedang full sehingga pasien harus dirujuk ke RSUD Kota Tanjungpinang,”ungkapnya.

dr.R.Lisa Riantuti, Kepala Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) Kampung Bugis menambahkan bahwasanya pihaknya sudah melakukan konfirmasi ke petugas jaga saat itu.

Menurut keterangan Lisa, pasien datang dengan keluhan demam (03/04) sudah 9 hari yang lalu pada jam 05:30 WIB, kemudian berdasarkan arahan dan rujukan dr. Paisal pasien diminta untuk melakukan cek darah dan Swab Antigen di RSUD RAT.

Setelah memberikan surat pengantar Labor, Kemudian jam 08:00 pagi dr. Paisal menuju TCC dengan kendaraan pribadi untuk vaksinasi.

Mengenai penggunaan ambulan, pada saat itu ambulan sedang digunakan untuk transfer vaksin dari Kampung Bugis menuju TCC diiringi mobil polisi.

Pada pukul 13.00 Wib, pasien datang kembali ke PKM Kampung Bugis untuk mengantarkan hasil pemeriksaan labor, dan saat itu dokter yang sedang bertugas adalah dokter Internship, dr. Indah.

Dari hasil pemeriksaan labor menunjukan angka trombosit pasien masih diatas 109 ribu dimana angka tersebut menunjukan gejala demam dengue.

Pada saat kejadian, diketahui pasien (Ridha) meminta untuk dirawat, namun berdasarkan informasi pada saat itu dr.Indah mencoba untuk menghubungi dokter senior lainnya namun pasien mencoba untuk minta dirujuk dan diantarkan kerumah sakit terdekat.

Sebagai dokter internship, dr. Indah mencoba untuk memberikan pelayanan perawatan sebaik mungkin, namun harus menghubungi dokter senior lainnya untuk konsultasi melalui pesan WhatsApp (WA) namun belum mendapatkan respon sehingga dr. Indah mencoba menghubungi dr. Paisal untuk melakukan konsultasi.

Lisa menjelaskan, saat dr. Indah mencoba melakukan konsultasi kepada dokter lainnya, pasien memilih untuk pulang dan mendatangi rumah sakit terdekat atas kehendak sendiri.

“Mungkin penyampaian dari dokternya yang gak pas sehingga kejadiannya jadi begini, Kalau saya intinya jika memang ada kesalahan dari pihak Puskesmas tentu pihak kami akan meminta maaf dengan harapan kedepannya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

“Jadi untuk kedepannya, kami akan mencoba untuk intropeksi lebih dalam lagi, karena terrkadang menurut kami sudah menyampaikan dengan baik, tapi pasien salah menanggapinya. Kami memaklumi jika yang berbicara merupakan orang yang perlu mendapatkan perawatan, sehingga kami perlu belajar untuk lebih banyak bersabar,” tutupnya.

Comment

Berita Lainnya