Tanjungpinang, SuaraKepri – PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) April 2018 mendatang, akan menerapkan sistem pembayaran non tunai pada setiap pasar dan Toko-toko, yang berada dibawah payungnya di kota Tanjungpinang.
Hal tersebut di ungkapkan langsung oleh Direktur BUMD Kota Tanjungpinang Zondervan, kepada awak media ini di Cisangkuy, Tugu pensil, jumat sore (09/02).
“Kami bersama Bank BRI baru pulang dari Solo untuk bekerja sama dalam sistem pembayaran non tunai. Jadi April ini semua pasar tidak lagi membayar menggunakan uang cash,” ujarnya.
Zondervan mengatakan, akan diterapkan hal tersebebut semata-mata untuk menanggulangi kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dari pihak pegawainya jika ada yang bermain dan sekaligus mempermudah cara kerja pedagang bersama pihak BUMD yang sedikit mengikuti sistem modern Zaman now ini.
“Sistemnya ini jika pemilik toko atau pasar tidak membayar selama 30 hari sesuai ketentuannya sistemnya akan merah, jika sudah begitu orang itu langsung tidak boleh jualan, jadi tidak ada lagi anak buah saya bermain dan sanggahan pedagang jika tidak mau membayar uang sewa,” jelasnya.
Dirinya menilai, mutu pembayaran non tunai yang akan di terapkan BUMD Tanjungpinang tersebut tidak akan melampaui sistem Kota Solo, Namun memiliki sistem modern dari kota itu.
“Penerapan ini kita yang ke dua setelah Solo, tetapi saya bisa menjamin kita punya sestem lebih baik dari Solo,” ucapnya meyakinkan.
Zondervan mengatakan, bahwa harga alat tersebut cukup mahal yakni Rp 160 juta, sehingga terapan ini akan dilakukan dengan cara bertahap.
“Harga itu cukup mahal, karena kita disini bekerjasama dengan Bank BRI,” ungkapnya.
Dengan sistem tersebut, tambah Zondervan, pihak BUMD Tanjungpinang akan melakukan Perubahan secara bertahap di semua pasar. Hal ini di karenakan terbatasnya anggaran yang BUMD miliki.
“Dengan sistem ini nantinya seluruh pasar akan kita rubah, tetapi dengan cara bertahap, sesuai dengan anggaran yang ada,” tutupnya.
Penulis : Erial






Comment