by

Diduga Menyudutkan Profesi, Aliansi Peduli Insan Pers Somasi Walikota

Penulis : -Tanjungpinang-483 views

Puluhan Awak Media Datangi Kantor Walikota Layangkan Surat

Tanjungpinang, SuaraKepri – Dengan adanya dugaan statement yang menyudutkan profesi insan pers, sejumlah Insan Pers di Tanjungpinang berkoordinasi untuk menyikapi atas sikap “Arogansi” Walikota Tanjungpinang, Hj.Rahma S.IP.

Dalam sebuah pemberitaan, Walikota Tanjungpinang, Rahma selalu mengatakan, bahwa dirinya selalu disudutkan wartawan media online.

Bukan itu saja bahkan Walikota Tanjungpinang juga mengancam akan menghentikan kerjasama media dan tidak akan membayarkan kerjasama media, hal itu dikatakan Walikota yang dilansir salah satu media online di Tanjungpinang.

Terkait hal itu, puluhan awak media merasa bahwa Walikota telah mencederai nama baik para Insan Pers, atas sikap Walikota yang tidak kooperatif dalam menyikapi para awak media, dalam melakukan tugas jurnalis di Kota Tanjungpinang.

Untuk itu, para Insan Pers yang berdomisili di Kota Tanjungpinang membentuk Aliansi Peduli Insan Pers Kota Tanjungpinang untuk segera meminta mengklarifikasi dan kejelasan terkait statementnya tersebut.

korlap Aksi Aliansi Peduli Insan Pers Kota Tanjungpinang menyerahkan surat pernyataan sikap

Menurut hasil koordinasi para pewarta, Walikota Tanjungpinang selaku publik figur, mestinya tidak melontarkan kata-kata yang mengarah kepada ujaran kebencian terhadap para Insan Pers, jika mungkin ada perbuatan oknum wartawan yang dianggap tidak kooperatif terhadap dirinya, maka walikota seharusnya menempuh jalur sesuai ketentuan yang ada.

Jika tulisan berbentuk pemberitaan yang dianggap tidak sesuai dengan data dan fakta dilapangan, maka dapat dilakukan, seperti Somasi kedewan Pers, kalau tulisan yang bukan pemberitaan Pers, maka dapat dilaporkan langsung kepada pihak kepolisian sesuai bidangnya, “tidak diuber dalam pidato atau ditempat kelayak ramai”, ungkap para awak media.

Puluhan Aliansi Peduli Insan Pers Kota Tanjungpinang, menyatakan sikap bersama dengan melakukan somasi terhadap Walikota Tanjungpinang.

Dengan mengikuti Protokol Kesehatan dan tertib, puluhan insan pers mendatangi Kantor Walikota Tanjungpinang di Senggarang, pada hari Rabu, 23 Juni 2021. Kedatangan aliansi insan pers dikoordinator oleh Tengku Azhar, Azli Rais, Mori Guspian dan lainnya.

Tujuan dari kedatangan insan pers ini ingin segera mendapatkan klarifikasi atau kejelasan langsung dari Walikota Tanjungpinang, Rahma yang diduga mengeluarkan statement tersebut.

Tetapi puluhan Aliansi Peduli Insan Pers Kota Tanjungpinang pada saat itu diterima hanya beberapa pejabat Pemerintah Kota Tanjungpinang, seperti Kadis Kominfo, Kabag Prokopim dan lainnya.

“Untuk itu kami hanya akan melayangkan surat pernyataan sikap sebagai somasi untuk segera mendapatkan jawaban dari Walikota Tanjungpinang. Kami tidak ingin diwakilkan untuk audensi ataupun dialogis terkait hal ini,” tegas Mori.

Inilah SURAT PERNYATAAN SIKAP  ALIANSI PEDULI INSAN PERS
KOTA TANJUNGPINANG

Assalamualaikum, wr, wb.
Dengan hormat,

Kami para Insan Pers yang tergabung dalam Aliansi Peduli Insan Pers  Kota Tanjungpinang, terkait dengan Statement Walikota Tanjungpinang yang di muat oleh beberapa media beberapa waktu lalu, yang diduga mencederai profesi dan tugas serta fungsi insan pers mengacu kepada undang-undang No 40 tahun 1999 tentang pokok pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Untuk itu kami mendesak  walikota Tanjungpinang, Rahma untuk melakukan  Klarifikasi/Penjelasan, terkait statemennya dalam pemberitaan tersebut.
beberapa waktu lalu.

Adapun statement yang harus di klarifikasi/dijelaskan yang telah di duga mencederai profesi dan   tugas serta fungsi insan pers, yang  dianggap tidak pantas untuk diucapkan  menurut insan pers adalah :

1. Rahma mengatakan, selain alasan Refocusing, Dia juga mengungkapkan enggan meneruskan kerjasama Media, karena dianggap acap kali menyudutkan kinerja Wali Kota Tanjungpinang.

“Apakah benar Statement tersebut diucapkan oleh walikota dan apa maksud dan tujuan dari ungkapan tersebut”?.

2. Saya mendapat informasi dari salah satu Grup Media, ada kalimat profokatif yang menyudutkan Wali Kota Tanjungpinang.

“Mohon jelaskan maksud dan tujuan kalimat profokatif tersebut.’

3. Rahma mengatakan, Dia juga telah berkoordinasi dengan Kadis Kominfo Kota Tanjungpinang, bahwa sebelum Media bisa memperbaiki kerja dan kinerja  serta metode kritikan dan tulisan mereka, maka konsekuensinya adalah, seluruh pembiayaan untuk kerjasama tidak lagi dibayarkan.

‘”Apa tujuan maksud dari ungkapan diatas?.”

4. Saya punya informen yang selalu memberikan seluruh informasi apa saja yang dibicarakan serta ditulis dalam Grup itu, “Kalian Punya Media, Saya Punya Anggaran”. bebernya.

” Tolong jelaskan apa maksud dari kalimat kalian punya media, saya punya anggran.”

Untuk itu , kami mendesak walikota Tanjungpinang, Rahma untuk melakukan klarifikasi kebenarannya terkait hal tersebut diatas baik secara lisan maupun tulisan  dalam waktu 2 x 24 jam, dan jika hal tersebut diatas itu benar.

Jika hal tersebut itu tidak benar, Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma, SIP, silahkan menyelesaikan melalui somasi atau persuasif kepada media yang bersangkutan tanpa melibatkan media insan pers yang lain sekira nya itu berita hoaks sehingga tidak mencederai dan membuat kegaduhan diantara insan pers yang lain.

Selanjutnya, Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma. SIP, tidak merespon, melayani dan menanggapi pernyataan sikap kami, maka permasalahan ini akan kami laporkan kepada pemerintah Propinsi Kepri, Kemendagri, Dewan Pers dan pihak penegak hukum terkait jika ada hal yang dianggap sudah melanggar UU No 40 tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik.

Demikianlah pernyataan sikap kami ini kami sampaikan agar segera di tindak lanjuti sesuai waktu yang kami beri tersebut diatas, agar dapat dimaklumi.

Hormat kami,

Aliansi Peduli Insan Pers Kota Tanjungpinang.

Comment

Berita Lainnya