TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Sungguh malang nasib CH, salah seorang pasien Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri yang mengalami patah tulang rusuk pada malam takbiran lalu, ia selama libur lebaran hari Raya Idul Fitri tidak mendapatkan pelayan medis semestinya. CH harus terbaring di ruang rawat inap di RSUP tanpa mendapatkan penanganan dari dokter spesialis yang ada di rumah sakit milik Pemprov Kepri tersebut.
Hal ini dikarenakan, para tenaga dokter dan dokter spesialis di RSUP banyak yang libur lebaran keluar kota. Ia hanya dapat merintis kesakitan dan hanya bisa terbaring.
“Katanya banyak dokter yang cuti lebaran dan tidak siaga. Baru hari ini dokter tersebut baru masuk kerja, saya sudah 5 hari terbaring disini,” ujarnya pada hari Senin (4/8) yang sempat ingin pindah ke rumah sakit lainnya.
Hal yang sama juga dirasakan oleh para pasien lainnya di RSUP tersebut selama dirawat. Mereka banyak yang tidak mendapatkan perawatan medis dari para dokter yang ada.
Bahkan salah satu perawat mengakui bahwa kebanyakan dokter di RSUP berasal dari luar daerah. “Memang dokter disini banyak yang berasal dan keluarganya berada di luar daerah Kepri,” ujarnya.
Sementara itu wakil Direktur RSUP, Supartini tidak mengetahui hal itu dan dirinya bukan menangani hal tersebut. “Saya bagian penunjang medic, kalau mau konfirmasi hubungi Direktur atau bagian pelayanannya saja. Kebetulan kami saat ini sedang rapat,” ujar Supartini ketika dihubungi oleh SuaraKepri.com.
Hingga berita ini diturunkan, Direktur RSUP maupun bagian pelayanan belum berhasil dihubungi terkait hal ini.
[sk]

Comment