TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri mengadakan hearing bersama dengan mahasiswa di ruangan Serba Guna Kantor DPRD Kepri di Dompak, pada hari Senin sore (26/5).
Pihak DPRD Kepri saat itu diwakili oleh wakil Ketua DPRD Kepri Ing Iskandarsyah, Sukri Fahrial dan Haripinto dari Dapil Batam, Safarudin Aluan dari Dapil Tanjungpinang, Fahmi dari perwakilan Natuna, anggota komisi IV DPRD Kepri.
Hearing ini membahas beberapa tuntutan para mahasiswa kelangkaan BBM, praktek perjudian, Dana Bagi Hasil (DBH) migas di Natuna, transparansi anggaran pendidikan dan lainnya.
Fahmi mengatakan bahwa pihaknya kini sedang dalam perjuangan sesuai dengan tuntutan yang dilakukan oleh mahasiswa. “Saat ini pemerintah provinsi Kepri melalui Gubernur dan DPRD Kepri kini masih terus memperjuangkan DBH kita ini agar bisa pembagian 50-50 persen,” ujarnya menjelaskan singkat.
Sementara itu Sukri Fahrial meminta kepada pihak Kepolisian untuk menutup praktek perjudian yang ada di Kepri khususnya Tanjungpinang. “Bila memang terbukti adanya praktek perjudian sesuai tuntutan dari adek-adek mahasiswa, maka saya minta kepada pihak kepolisian untuk segera menutup praktek perjudian tersebut,” tegasnya saat itu mengarahkan intruksi tersebut kepada perwakilan Polres Tanjungpinang yang ikut dalam hearing tersebut.
Safaruddin Aluan, menjelaskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) 38, ada kewenangan Pusat, ada kewenangan Provinsi Kepri dan ada kewenangan Kabupaten atau Kota.
“Mengenai transparansi anggaran pendidikan di kabupaten Lingga, itu adalah kewenangan pihak pemerintah daerah kabupaten tersebut. Untuk memonitornya, maka itu wewenang DPRD Lingga disana,” ujarnya.
Aluan meminta kepada mahasiswa dalam melakukan tuntutan harus sesuai dengan tupoksi dan prosedur setiap daerah. “Saya salut dengan adek-adek mahasiswa yang memiliki aspirasi untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Tetapi saya meminta agar melakukan aksi sesuai prosedural dan aturan yang ada,” tegas Aluan saat itu ia menceritakan penggalamannya mengenai saat menjadi mahasiswa yang berdemo memperjuangkan terbentuk Provinsi Kepri.
[sk]







Comment