Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Hari Pertama Kerja, Sani Langsung Panggil PLN Dan PDAM Tirta Kepri

468
×

Hari Pertama Kerja, Sani Langsung Panggil PLN Dan PDAM Tirta Kepri

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kepri, HM Sani saat melakukan rapat kerja bersama pihak PDAM Tirta Kepri.

Tuntaskan Permasalahan Air dan Listrik

Tanjungpinang, SuaraKepri – Pada hari pertama kerja, Gubernur Kepri, HM Sani langsung memanggil dua pihak yang menangani dua sektor penting, yakni PLN Bright Batam dan Direktur PDAM Tirta Kepri. Pemanggilan ini guna melakukan rapat kerja yang dilaksanakan di kantor Gubernur Kepri, di Dompak, pada hari Senin siang (15/2).

Sani menegaskan bahwa ia akan langsung kerja guna menunaikan janjinya kepada masyarakat, untuk menuntaskan permasalahan air dan listrik, terutama di ibu kota Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang.

“Listrik dan air adalah kebutuhan masyarakat yang paling mendasar, untuk itu pihak pertama yang saya panggil untuk rapat kerja adalah manajemen PLN dan Direktur PDAM Tirta Kepri,” ujar Ayah Sani, sapaan akrabnya.

Sani saat melakukan rapat kerja ini, didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepri, Naharuddin.

Untuk PLN sendiri, Sani lebih memilih memanggil pihak manajemen PLN Bright Batam yang lebih berkompeten untuk mengejar interkoneksi listrik Batam-Bintan.

“Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Tekojo Kijang yang telah dapat menyalurkan daya 4 kali 3 MW, serta PLTMG Dompak sebesar 2 kali 3 MW, PLN juga memaparkan penyelesaian jaringan dan gardu induk interkoneksi dari Tanjunguban ke Tanjungpinang. Dan terjadi Surplus 4 MW,” jelas Sani.

Sani pun berharap, permasalahan listrik yang selalu menjadi dilema di Kepri segera berakhir dan tuntas agar masyarakat tidak mengeluh lagi dengan adanya pemadaman.

“Permasalahan Listrik ini segera dituntaskan seperti Karimun, Natuna dan daerah-daerah Hinterland lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, pihaknya juga meminta paparan dari Satker Pengairan Kementerian PU dan Provinsi, atas proyek SWRO Tanjungpinang. “Kesiapan proyek dan perpipaan SWRO Tanjungpinang juga saya push agar produksi pengolahan air laut menjadi air Tawar ini, dapat segera berjalan,” ujarnya.

Dari penjelasan yang diperoleh, pipanisasi sekundernya sudah selesai dipasang, dan tinggal pipa tersier atau pipa-pipa ke rumah-rumah yang dikerjakan.

Demikian juga proyek pembangunan tampungan air baku dan Instalasi ‎Pengolahan Air, di Sungai Kawal. Kendati sudah diajukan Rp 60 miliar untuk diaolokasikan di APBN 2017 untuk pembangunan tampungan di IPA Kawal, tetapi pembangunan akan mulai dilaksanakan pada 2016 dengan alokasi dana dari APBD Perubahan Provinsi Kepri.

“Target saya, kalau dengan awal pembangunan 2016 melalui APBD-Perubahan nanti, dalam 3 tahun sudah akan selesai dan dapat dimanfaatkan,” jelas Sani.

Dengan sumber air baku dan embung penampungan yang bertambah, meliputi Sei Pulai, Gesek, Kolong enam, Sei Jago serta IPA Sungai Kawal nantinya, ditambah dengan SWRO Tanjungpinang, Sani optimis ketersediaan air di Bintan dan Tanjungpinang akan dapat terpenuhi.

“Saya juga menekankan pada Satker dan PDAM, agar tidak hanya memikirkan masalah air di Tanjungpinang dan Bintan saja, tetapi juga harus melakukan pencarian sumber air bersih dan merencanakan program pembangunan waduk serta tampungan dan IPA di sejumlah pulau kabupaten/kota yang ada di Kepri,” ujarnya.

‎Demikian juga program jangka panjang pemenuhan air bersih Kepri, seperti pembangunan sumber air baku di Dompak dan Busung, Batam serta daerah lainnya. (BT/Erial)

Comment