Tanjungpinang, SuaraKepri – Pelatihan Satu Guru Satu Buku (Sagu Sabu) tingkat Provinsi Kepri yang bekerja bersama dengan Kementerian Agama Kota Tanjungpinang dan Dinas Pendidikan Kota, serta Media guru Indonesia resmi dibuka di Hotel Bintan Plaza, Senin (18/02).
Acara yang betemakan “Melalui pelatihan satu guru satu buku kita tingkatkan profesionalitas guru dan kita giatkan literasi dalam menghasilkan karya tulis” ini dibuka oleh Syamsul Bahrum sebagai perwakilan dari Gubernur Provinsi Kepri.
Ketua panitia pelaksana, Tengku Aspalinda menjelaskan, setelah pelatihan ini dilaksanakan, maka peserta wajib mengumpulkan naskah tulisannya untuk dijadikan sebuah buku dengan jangka waktu 1 bulan.
“Target selesai pelatihan seluruh peserta diharapkan dapat menyiapkan naskah tulisannya dan selanjutnya akan diedit oleh media guru dan sehingga pada 2 mei 2018 peserta yang telah selesai naskahnya akan dapat mengikuti kegiatan temu nasional guru penulis di jakarta,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang,Dadang Abdul Ghani dalam kata sambutannya memberikan apresiasi kegiatan tersebut, yang mana ini adalah kegiatan yang pertama di Provinsi Kepri.
“Selamat berkarya guru bangsa , karya kalian ditunggu dunia. Pelatihan menulis Sagu Sabu ini juga akan dilakukan di Kabupaten Natuna dan saya usahakan jadi peserta juga nantinya,” kata Dadang.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang
Drs. H.Erman Zaruddin MM.Pd mengatakan, bahwa dirinya sangat mendukung kegiatan tersebut karena dengan begitu akan menghasilkan guru-guru yang kreatif dan cerdas untuk perkembangan zaman.
“Baik Dinas Pendidikan kab Kota maupun Provinsi Kepri serta Kanwil kementerian agama juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan itu, sehingga para guru yang ikut telah mendapat dispensasi dan surat perintah tugas. Selamat dan sukses untuk para guru, teruslah berkarya dibumi pertiwi,” harap Erman dikata sambutannya.
Asisten ekonomi dan pembangunan Syamsul Bahrum, mewakili Gubernur Provinsi Kepri sekaligus membuka acara Pelatihan menulis tersebut menjelaskan, untuk menulis sangat mudah jika sudah ada keinginan yang kuat dan dengan menelaah apa saja yang ada di sekitar, bisa menjadi bahan untuk menulis.
“Menulis itu sangat gampang, Ide menulis bisa di ambil dengan kehidupan sekitar, tapi jangan sebut nama dan nama pemerintah nya. Tapi menulis harus mempunyai data riset,” ungkapnya.
Kegiatan ini dilakukan bersama media guru indonesia dengan mendatangkan narasumber pemimpin umum media guru, CEO gurusiana Muhammad Ihsan dan pimpinan redaksi media guru Eko Prasetyo yang telah menulis 53 judul buku.
Ini merupakan kegiatan pertama di Provinsi Kepri, dimana peserta yang diikuti oleh para pendidik, dosen, dan pengelola pendidikan yang secara swadana ingin meningkatkan kemampuan menulis buku sebagai bagian dari peningkatan profesionalitas dan pengembangan diri dalam menggiatkan literasi di Provinsi Kepri.
Penulis : Erial






Comment