Pentingnya Peran Keluarga Sebagai Support System, PKBI Kepri Angkat Permasalahan Mental Issue

  • Share

Tanjungpinang, suarakepri.com – Seringnya mendapatkan perlakuan kekerasan, stigma dan diskriminasi yang diterima dari kelompok tertentu khususnya transpuan, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Kepulauan Riau laksanakan kegiatan Forum Group Discussion ke-2 di salah satu rumah dampingan, Jalan Kampung Bulang. Rabu (10/08)

Nani Nuraeni, PO INKLUSI PKBI daerah Kepri selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan, bahwasanya kegiatan pada hari ini yang bertemakan “Forum Keluarga Program Inklus PKBI daerah Kepulauan Riau” merupakan salah satu bagian dari program INKLUSI, dimana hasil dari kegiatan ini bertujuan untuk menginisiasikan pembentukan Forum Keluarga.

banner 336x280

Adapun alasan dari pembentukan Forum Keluarga dikarenakan mengingat persoalan yang sering dihadapi oleh sebagian kelompok transpuan dalam mendapatkan hak nya sebagai manusia dan hak untuk mendapatkan layanan dasar publlik dari pemerintah daerah.

Seperti yang diketahui, kebanyakan transpuan sering sekali dikucilkan dari keluarga tanpa membawa identitas apapun, sehingga menjadi pemicu permasalahan (trigger problem), sedangkan untuk mendapatkan layanan dasar publik atau program pemerintah memerlukan identitas untuk mengaksesnya.

Selain itu, tidak jarang sebagian transpuan masih mendapatkan kekerasan, stigma, dan diskriminasi di lingkungan rumah, sekolah dan tempat kerja. Bahkan tidak jarang transpuan mendapatkan predikat atau nama-nama negatif dikalangan masyarakat setempat.

Menimbang akan hal tersebut, Nani mengungkapkan bahwasanya perlu adanya dukungan dari orang terdekat transpuan, dan saat ini salah satu fokus PKBI daerah Kepri memang mengangkat permasalahan Mental issue, dimana PKBI Kepri telah membuka ruang layanan bagi semua klien maupun kelompok dampingan untuk bergabung dalam Ruang Berbagi dan Healing Grup Psikologi.

“Untuk FGD hari ini sangat luar biasa, banyak cerita-cerita yang didapatkan dari para orang tua peserta, dimana penerimaan anggota keluarga sebelumnya penuh dengan tantangan. Hal ini menunjukan bahwasanya permasalahan Mental Issue memang terjadi, sehingga perlu adanya dukungan orang terdekat untuk mendampingi dan memperbaiki kesehatan mental para transpuan,” ujarnya.

Masih sambungnya. Kegiatan ini juga bertujuan sebagai wadah dalam meneruskan informasi dari PKBI kepada pihak keluarga yang meliputi edukasi layanan psikologi dan nantinya diharapkan Forum Keluarga dapat menjadi wadah sharing antar pihak keluarga untuk dapat bertukar pikiran dan saling berbagi informasi agar tidak akan adalagi transpuan yang belum atau dikucilkan dilingkungan keluarganya.

“Banyak hal yang menjadi tujuan kedepannya, salah satu keinginan teman-teman dampingan pada pertemuan FGD selanjutnya ada materi psikologi untuk diri sendiri, dan harapan kedepannya, Forum keluarga dapat menjadi penjebatan bagi transpuan yang masih belum berani membuka diri baik ke keluarga maupun lingkungannya,” tutupnya.

  • Share