Promo FBS
FBS Reliable Broker
BintanBreaking News

PKBI Kepri Gandeng PWI Bintan, Gelar Pelatihan Lanjutan Penulisan Success Story

756
×

PKBI Kepri Gandeng PWI Bintan, Gelar Pelatihan Lanjutan Penulisan Success Story

Sebarkan artikel ini
PWI Bintan bersama PKBI Kepri dan para peserta foto bersama usai kegiatan, Selasa (21/10). /F: Dokumentasi PKBI Kepri

Tanjungpinang, suarakepri.com – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kepulauan Riau kembali menggelar pelatihan menulis dan editing lanjutan bertema success story bagi komunitas sosial berbasis ekonomi. Kegiatan yang berlangsung di Bona Ventura Hotel Km 8 Atas, Kota Tanjungpinang, Selasa (21/10/2025), menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bintan sebagai narasumber.

Direktur Eksekutif Daerah PKBI Kepri, Ahmad Syahroni, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan penulisan yang telah dilaksanakan pada Juli lalu di Kawal River, Bintan. Pelatihan lanjutan ini, kata Roni, lebih difokuskan pada praktik menulis, editing, dan wawancara langsung dengan narasumber agar hasil karya peserta semakin berkualitas dan komunikatif.

“Dengan kegiatan ini, anggota komunitas sosial diharapkan mendokumentasikan dan menyebarluaskan kisah-kisah keberhasilan anggota komunitas yang telah diberdayakan melalui program inklusi. Juli lalu, kita mengawali kegiatan pelatihan menulis. Hari ini merupakan lanjutan, dan lebih kepada praktik menulis, bedah karya tulis serta wawancara narasumber untuk dituangkan dalam tulisan,” jelas Roni.

Lebih lanjut, Roni menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program inklusi PKBI Kepri yang menggunakan pendekatan theory of change untuk memahami proses perubahan sosial yang dialami komunitas dampingan.

Dalam kegiatan tersebut, PWI Kabupaten Bintan turut berperan sebagai mitra strategis dalam memberikan pembekalan jurnalistik. Ketua PWI Bintan, Harjo Waluyo, bersama Wakil Ketua Slamet NS dan Sekretaris Yusfreyendi, memberikan materi tentang teknik penulisan human interest, wawancara mendalam, serta cara menyusun narasi berbasis fakta yang menyentuh sisi kemanusiaan.

“Masing-masing peserta membuat tulisan dari hasil wawancara dengan narasumber korban traumatik yang awalnya kerja di tempat hiburan malam, kini sukses menjalankan usaha ekonomi di bawah binaan PKBI Kepri,” ujar Harjo Waluyo.

Menurut Harjo, kemampuan para peserta yang berasal dari komunitas sosial binaan PKBI Kepri kini menunjukkan peningkatan signifikan.

“Dari evaluasi kami, para anggota komunitas sosial di bawah PKBI Kepri ini sudah ada progres positif tentang cara menulis karya jurnalistik,” tambahnya.

Sebagai bagian dari sesi praktik lapangan, pelatihan ini menghadirkan seorang korban traumatik berinisial AY sebagai narasumber (informan). AY menceritakan pengalamannya yang sempat mengalami trauma akibat kekerasan yang dialami pada tahun 2008 silam saat bekerja di tempat hiburan malam.

“Trauma itu terkadang, sedikit saya rasakan. Tapi sejak bergabung dengan teman-teman dan PKBI, saya bisa bangkit lagi. Seperti menjalankan usaha rumah makan dan kuliner, yang saya jalani sekarang,” ujar AY.

Setelah mendapat pendampingan dari PKBI Kepri, AY memperoleh perlindungan hukum, dukungan psikologis, serta bimbingan ekonomi. Kini, ia telah mandiri dan menjalankan usaha kuliner yang mendapat dukungan dari Dinas Koperasi dan UMKM untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB).

Comment