TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Kondisi imigran di Rumah Detensi Imigrasi (Redenim) Kota Tanjungpinang terus memperhatinkan. Hal ini dikarenakan para imigran tahanan Rudemin harus rela tidur diluar Rudenim.
Saat ini jumlah tahanan imigran dengan kapasitas Rudenim mulai tidak seimbang. Disebabkan telah mengalami over kapasitas, pihak Rudenim sampai membiarkan para imigran yang baru datang tidur di luar tempat penampungan.
Kepala Rudenim Pusat di Tanjungpinang, Surya Pranata mengakui terjadi atau membeludaknya para imigran di Rudenim.
“Saya terpaksa mengambil kebijakan untuk membiarkan sejumlah imigran dari satu negara berada di luar Rudenim. Sebab, kehadiran para imigran dari negara yang sama dalam jumlah yang besar berpotensi mengganggu kenyamanan para imigran lainnya,” alasan Surya.
Para imigran yang berada di Rudenim saat ini, Surya jelaskan berjumlah 475 orang dari 16 negara di seluruh dunia. Sementara batas maksimal daya tampung Rudenim sendiri hanya mencapai 400 orang.
“Yang berada di luar itu pada umumnya adalah para imigran dari Afganistan. Makanya saat ini kami tidak menerima imigran Afganistan. Sebab, mereka akan menciptakan kecemasan bagi imigran lain termasuk imigran Afganistan yang sudah menunggu lama untuk mendapatkan status pencari suaka,” terang Surya.
Adapun sekitar 75 persen atau 325 dari 475 imigran yang ada di sini berasal dari Afganistan.
“Jumlah imigran Afganistan yang seharusnya ada di Ruangan Detensi Sementara sebanyak 90 orang. Namun, karena ruangan tersebut hanya bisa menampung 57 orang, maka 32 orang lainnya terpaksa dibiarkan berada di luar ruangan tetapi masih berada dalam lingkungan Rudenim,” ungkapnya.
[sk]




Comment