TANJUNGPINANG, SuaraKepri – Rumah Aspirasi yang baru-baru ini dicanangkan oleh Calon DPRD Provinsi Kepri, Andi Cori Fattahudin menerima keluhan dari masyarakat kota Tanjungpinang tentang sistem aplikasi penerimaan siswa/i baru SMA sederajat di kota itu dinilai carot marot.
Andi Cori Fattahudin yang mencalonkan diri melalui partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) tersebut langsung sigap mempasilitasi pertemuan antara orang tua murid bersama Kadisdik Kepri M Dali, dan juga Wagub Kepri Isdianto guna membahas mengenai prihal itu.
M Dali, menyebutkan aplikasi yang digunakan boleh panitia penerimaan siswa baru SMA sederajat Kepri, tak hebat. Karena, sebelum diterapkan tidak diuji publik.
“Bagaimana bisa siswa mendaftar di SMK tapi lulusnya di SMA. Kasus lainnya, sejumlah siswa yang nilainya lebih tinggi ditolak masuk di SMAN 1 dan SMAN 2 Tanjungpinang. Sedangkan yang nilainya rendah malah diterima,” kata dia di rumah Aspirasi sementara Andi Cori Fattahudin JL Raja Haji Fisabilillah, Km.8, Rabu (11/07).
Wagub Kepri Isdianto, memberikan solusi dengan cara menambah ruang kelas baru di dua sekolah tersebut, dengan catatan penambahan itu sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku. Khusus untuk dugaan adanya permainan di penerimaan ini, Isdianto minta diselelidiki.
“Kalau ada permainan akan terlihat dan pasti akan ditindak,” kata Isdianto menjawab keluhan sejumlah orang tua murid.
Setelah, Lanjut Andi Cori Fattahudin, mendengarkan dan menerima laporan langsung, dirinya menegaskan akan melaporkan kejadian ini ke Pihak kepolisian.
“Untuk menindaklanjuti adanya indikasi kecurangan dan permainan yang dilakukan oleh oknum sekolah dalam PPDB online ini, jika perlu kita akan laporkan kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.
(Erial)







Comment