Promo FBS
FBS Reliable Broker
BintanBreaking NewsVideo

50 Tahun Tak Tersentuh Pemerintah, Warga Kampung Boyan Bangun Jalan Secara Gotong Royong

635
×

50 Tahun Tak Tersentuh Pemerintah, Warga Kampung Boyan Bangun Jalan Secara Gotong Royong

Sebarkan artikel ini
Warga Kampung Boyan, RT.05/RW.04 Kelurahan Gunung Lengkuas, Kabupaten Bintan saat gotong royong membangun jalannya dengan secara mandiri tanpa adanya bantuan pemerintah. /Mori

 

Bintan, SuaraKepri.com – Selama sekitar 50 tahunan jalannya tak kunjung dibangun Pemerintah, Puluhan warga Kampung Bawean atau Boyan, Kecamatan Bintan Timur, menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royong dengan melakukan semenisasi jalan tanjakan menuju kampung mereka.

Jalan terjal bebatuan bauksit yang sudah lama tidak dibangun dan sangat beresiko bagi warganya. Aksi gotong royong ini dilakukan pada hari Minggu pagi, 13 Juli 2025, dan berhasil membangun jalan sepanjang hampir 100 meter dengan bahan seadanya.

Kegiatan ini dipicu oleh keprihatinan warga terhadap kondisi jalan yang sangat memprihatinkan dan telah banyak jatuh korban saat becek air hujan, kondisi jalan menjadi licin.

“Saya hampir setiap hari lewat tanjakan itu untuk shalat di surau Kampung Boyan. Jalannya rusak, berbatu, apalagi kalau malam hari, sangat berbahaya bagi pengendara motor,” ungkap Lukman, salah satu penggagas aksi sekaligus yang tengah merintis pembangunan pondok pesantren di Kampung Boyan bersama rekannya, Ramli.

Tergerak oleh kondisi tersebut, Lukman menyampaikan gagasan untuk memperbaiki jalan secara swadaya kepada sejumlah tokoh masyarakat, seperti Haji Jamaluddin dan Ketua RT setempat. Respons masyarakat pun sangat positif.

“Alhamdulillah, dengan bantuan donatur dan partisipasi warga, kami berhasil semenisasi sekitar 100 meter jalan. Ini bentuk kepedulian kami terhadap kampung sendiri, karena kalau bukan kita, siapa lagi?,” ujarnya.

Namun, semangat warga ini menyimpan pula kekecewaan yang mendalam. Kampung Boyan, yang telah berdiri selama lebih dari 50 tahun dan dihuni sekitar 45 kepala keluarga, belum juga mendapatkan perhatian dalam hal pembangunan infrastruktur dasar. Ironisnya, beberapa gang kecil di wilayah sekitar yang hanya dihuni 5–10 KK justru telah diaspal sepenuhnya.

“Kampung kami seolah dianak tiri kan. Padahal, setiap musim pemilu, suara kami selalu dicari. Janji-janji manis disampaikan, tapi setelah pemilu usai, semuanya hilang tanpa bekas,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kampung Boyan terletak di antara perbatasan administratif Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang, yang kerap menjadi alasan lambatnya perhatian dan tindak lanjut dari pihak berwenang. Kondisi ini dinilai merugikan masyarakat dan menimbulkan ketimpangan pembangunan.

Warga berharap, inisiatif gotong royong ini menjadi sinyal awal yang menggugah perhatian pemerintah daerah.

“Kami sangat berharap agar pemerintah bisa segera mengaspal jalan utama menuju Kampung Boyan. Ini bukan sekadar permintaan, tapi sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” tegas Lukman.

Semangat gotong royong warga Kampung Boyan diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi kampung-kampung lainnya. Tidak hanya menumbuhkan rasa kebersamaan, tetapi juga sebagai pemantik kesadaran bahwa perubahan bisa dimulai dari gerakan warga.

Akses jalan menuju Kampung Boyan, RT. 05, RW. 04, Kelurahan Gunung Lengkuas ini diketahui merupakan jalan skala prioritas dimana akan penghubung ke Kampung Bangun Rejo dari arah Wacopek dan Dompak.

Hingga berita ini dinaikan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Provinsi maupun Kabupaten Bintan terkait jalan ini.

Comment