Bintan, SuaraKepri.com – Kekecewaan warga Kampung Boyan atau Bawean, RT.05/RW.04, Kelurahan Gunung Lengkuas selama ini jalannya tak juga dibangun. Bahkan sudah 50an tahun, impian dan keinginan mereka ini tak tercapai sejak Kampung Boyan ini ada.
Tokoh masyarakat setempat, H. Jamaluddin mengatakan, jalan menuju hingga jalan perkampungannya belum sama sekali dibangun, sehingga menjadi kendala masyarakat. “Bahkan sudah banyak korban yang berjatuhan, ada juga ibu-ibu terjatuh sampai patah giginya karena jalan begitu licin dan berbatuan,” ujar Jamaluddin yang mengaku lahir di Kampung Boyan, bahkan ada juga sudah 57 tahun bermukim di kampung tersebut.
Yang lebih mengecewakan, lanjut Jamaluddin, daerah kami ini juga pernah ditambang, tetapi reboisasi tak kunjung dilakukan. “Jangan hasil bumi kami diambil, tetapi kami tidak diperhatikan. Bahkan saya pernah melaporkan langsung ke Gubernur Kepri, Pak Ansar Ahmad,” tegasnya, Rabu (6/8).
Jamaluddin pun menjelaskan pihaknya telah mengirim surat kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Adi Prihantara terkait permintaan pembangunan jalan kampungnya.
“Tetapi hingga kini tak kunjung ada respon dari Pemprov Kepri,” keluhnya.
Sementara itu, Ketua RT.05/RW.04, Kelurahan Gunung Lengkuas, Rasyid menambahkan, bahwa dirinya sangat kecewa daerah yang ia pimpin disampaikan sebagai daerah perbatasan.
“Kami harap, kami jangan dianak tiri kan dengan alasan kawasan perbatasan,” ungkapnya.



Comment