by

Pemda dan DPRD Bengkalis Putuskan Anggaran Penanganan COVID-19

Penulis : -DPRD Bengkalis-50 views

BENGKALIS, suarakepri.com – Melalui pembahasan bersama dengan semua evaluasi dan pertimbangan terhadap perkembangan COVID-19, dan kemampuan keuangan daerah maka Pemda dan DPRD Bengkalis, akhirnya memutuskan anggaran penanganan COVID-19 di kabupayen Bengkalis
Menjadi 182,7 M.

Kita sangat ingin meringankan beban masyarakat kita yang secara tidak langsung ekonomi mereka berdampak di sebabkan pendemi COVID-19 ini.

Namun melihat secara ril asumsi pendapatan daerah yang juga berdampak disebabkan turunnya harga minyak dunia, menurunnya capaian pendapatan asli daerah.

Hingga bagi hasil pajak provinsi dan silpa yang kecil jika dihitung semua sumber pendapatan secara komperhensif maka APBD 2020, akan mengalami defisit yang cukup besar, diperkirakan dapat mencapai hingga 1,4 triliun, atau 35 % dari pagu APBD 2020.

“Karena itulah pergeseran anggaran penanganan COVID-19 ini betul-betul di hitung sesuai kebutuhan dan ketersedian anggaran,” sebut Kade.

Hal yang menjadi prioritas adalah penanganan hingga pencegahan mulai dari alat kesehatan, APD, obat, persiapan dan penambahan tempat ruang isolasi hingga insentif para medis dan bantuan korban COVID-19.

Dua RSUD dan Puskesmas, pustu hingga puskesdes. Seterusnya soal stimulan bagi masyarakat terutama masyarakat tidak mampu yang terdampak langsung secara ekonomi.

“Pemerintah pusat telah memberikan begitu banyak stimulan bulan April ini mulai dari PKH bantuan sembako hingga bantuan Kemenkeu melalui kementerian desa yang akan di berikan langsung melalui transfer dana desa,” terang Kade.

Dari 136 desa yang mendapat bantuan pusat. kelurahan ternyata tidak mendapatkan beberapa program yang di terima desa. Karena itulah diputuskan penambahan anggaran agar masyarakat tidak mampu di 19 kelurahan tetap mendapatkan perhatian yang sama.

Ada lebih kurang 90 miliar yang di alokasikan untuk masyarakat dalam bentuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari dinas Sosial dan Disprindagprin dalam bentuk pasar murah dan sebagainya.

Insentif para medis dan operasional Gugus Tugas COVID-19 juga tidak luput dari bagian yang dialokasikan,” imbuhnya.

Jika sebelumnya ada informasi yang simpang siur terkait bagi bagi anggaran, sampai pada angka 300 miliar, sesungguhnya itu baru wacana dan usulan beberapa anggota dewan belum di bahas apalagi diputuskan.

Pembahasan dan keputusan baru di laksanakan pada Senin malam, (6/4/20) di Gedung DPRD. Karna itulah kami berharap agar informasi ini dapat meluruskan kesimpang siuran informasi di masyarakat kita

Masyarakat kita sedang susah sudah tentu mereka berharap. Karena nya jangan kita tambah kesusahan mereka dengan memberikan informasi yang belum menjadi sebuah keputusan.

“Secara pribadi, saya sangat berharap kepada Pemda agar anggaran yang besar ini benar-benar tepat sasaran dan di pergunakan sebaik-baiknya untuk penanganan COVID-19 di kabupaten Bengkalis ini,” ungkapnya.

Dan kami juga tegaskan, lanjut Kaderismanto, dengan kondisi asumsi defisit kita yang cukup besar pada APBD 2020 ini, maka seluruh kegiatan pelelangan dapat di kaji secara matang untuk di lakukan penundaan atau pembatalan.

Agar Rasionalisasi anggaran betul betul dapat menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Kita harus fokus pada seluruh upaya pencegahan dan penanganan COVID-19 Karena ini menyangkut dengan keselamatan masyarakat,” tandasnya.

(Reffi)

Comment

Berita Lainnya