by

Anies Dicegat Paspampres di CUGBK, Deputi Kepresidenan : Itu Sudah Prosedur

Penulis : -Nasional-66 views

Suara.com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat ini tengah menjadi sorotan publik. Orang nomor satu di ibu kota itu menjadi perhatian menyusul pencegatan yang dilakukan Paspampres terhadap dirinya saat hendak mengikuti rombongan presiden usai Persija Jakarta membantai Bali United di final Piala Presiden 2018 dengan skor telak 3-0, Sabtu (17/2/2018).

Peristiwa terjadi ketika Jokowi beserta rombongan, termasuk Menpora Imam Nahrawi dan Ketua SC Piala Presiden Maruarar Sirait, turun ke lapangan untuk memberikan selamat dan menyerahkan trofi bergilir Piala Presiden kepada Persija.

Anies yang saat itu hendak ikut turun, dicegat oleh salah seorang anggota Paspamres. Anies pun akhirnya menetap di area VVIP Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Anies menjadi perbincangan, Istana pun angkat bicara. Lewat keterangan tertulis, Istana menegaskan jika yang dilakukan Paspamres tersebut berpegang pada prosedur pengamanan.

“Tindakan tersebut merupakan prosedur pengamanan karena Paspampres berpegang pada daftar nama pendamping Presiden yang disiapkan panitia. Paspampres hanya mempersilakan nama-nama yang disebutkan oleh pembawa acara untuk turut mendampingi Presiden Joko Widodo,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin dalam keterangan tertulis, dirilis Suara.com.

Bey menjelaskan, tidak ada arahan apapun dari Jokowi untuk mencegah Anies. ‎Mengingat acara ini bukan acara kenegaraan, panitia tidak mengikuti ketentuan protokoler kenegaraan mengenai tata cara pendampingan Presiden oleh Kepala Daerah.

Selama pertandingan, Jokowi dan Anies tampak menikmati jalannya pertandingan final.

“Keduanya menonton dengan rileks, sangat informal, dan akrab. Presiden menyampaikan selamat dan menyalami Anies saat Persija mencetak gol‎. Karena bukan acara resmi, Presiden juga masih perlu menunggu selama 15 menit di lapangan hingga selesainya pemberian penghargaan lain sebelum menyerahkan Piala Presiden kepada Persija,” sambungnya.

Video yang kemudian menjadi viral tersebut, pertama kali diunggah oleh pemilik akun Facebook Ali Ghuraisah, pada Minggu (18/2/2018).

Namun beberapa jam setelah diunggah, Ali memutuskan untuk menghapus postingan video tersebut. Dalam postingannya, Ali mengaku tidak ingin ada polemik di tengah-tengah pesta kemenangan Persija Jakarta.

Comment

Berita Lainnya