Malang, suarakepri.com – Belum menemui titik terang, sesepuh dan keluarga korban tragedi Kanjuruhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada tanggal 01 Oktober 2022 lalu, menemui langsung Kepala Staf Kepresidenan.
Pada saat wawancara, Anto S.Trisno alias Anto Baret yang merupakan perwakilan dari Aremania menyampaikan permohonan terhadap kejelasan hukum atas tragedi Kanjuruhan yang merenggut ratusan nyawa.
Hal ini diketahui berdasarkan rekaman video yang tersebar di group WhatsApp Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Indonesia oleh pemilik akun Paman Doblang.
Dalam rekaman video tersebut, Anto Baret menyebutkan bahwa pihaknya telah mengalami kebuntuan dalam proses hukum tragedi Kanjuruhan, oleh karena itu pihaknya menemui langsung Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko di Jakarta pada hari Kamis, 5 Januari 2023.
“Hanya kepada Kepala Staf Presiden, Pak Moeldoko lah kita mengadu karena ada satu kebuntuan di dalam proses hukum sampai sekarang sudah hampir tiga bulan dan masyarakat di Malang sudah mulai ga kuat,” ujar Anto Baret.
Mewakili para korban Kanjuruhan, ungkapan tersebut juga dibarengi dengan rasa kekecewaan yang merasa sudah dilukai, dan dikhianati sehingga membuat hilangnya kepercayaannya terhadap hukum di negeri ini.
Menanggapi hal tersebut, Moeldoko berjanji bahwa pihaknya akan menindaklanjuti pengusutan tragedi Kanjuruhan dengan mengadakan sekaligus memimpin pertemuan dengan kepolisian dan Kejaksaan Agung.
“Sesegara mungkin saya akan mengambil langkah-langkah dengan melakukan rapat koordinasi langsung untuk melihat perkembangan hukum yang dilakukan sudah sejauh mana, dan harus diakselerasi seperti tuntutan temen-temen di lapangan seperti apa,” ujar Moeldoko.
Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah akan terus berkomitmen dalam penegakan hukum yang berpihak pada korban.
Diketahui, tim kuasa hukum dan keluarga korban tragedi Kanjuruhan juga ikut dalam pertemuan dengan Kepala Staf Kepresidenan untuk menyampaikan aspirasinya.
Penulis : Thafan Casper

Comment