Promo FBS
FBS Reliable Broker
Opini

Nasehat Singkat Penguji UKW Penuh Makna

521
×

Nasehat Singkat Penguji UKW Penuh Makna

Sebarkan artikel ini
Mori Guspian, Pimred

Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-8 yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri telah berakhir, di Hermes Agro dan Resort, Bintan. Sebanyak 36 orang peserta UKW dari berbagai media, baik itu cetak, elektronik hingga siber atau online.

Dari 44 orang peserta yang hadir dari 49 orang telah terverifikasi sebagai peserta, 8 orang dinyatakan penguji belum lulus. Hasil ini diketahui setelah diumumkan oleh perwakilan dari penguji PWI Pusat, Widodo pada Selasa sore, 23 Mei 2017.

Berbagai psikologis dialami oleh para peserta alami saat menghadapi ujian, termasuk ketegangan menghadapi para penguji. Dari detak jantung yang tidak normal, mual, sulit tidur, tidak selera makan hingga salah tingkah.

Meski dinyatakan belum kompeten sebagai peserta UKW Utama, saat itu menjadi pengujinya bernama Sasangko Tejo dari Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat.

Ia secara tegas, ada satu materi yang masih belum terpenuhi dari seluruh materi UKW Utama. Materi membuat Tajuk Rencana atau lebih dikenal dengan Opini masih ada kelemahan.

Tejo, tidak begitu saja menyampaikan hal tersebut. Ia juga memberikan nasehat saat memeriksa serta memberi nilai setiap materi dari 9 tahapan UKW Utama.

Ada nasehat yang begitu bermakna disampaikannya saat itu. Tejo, mantan Ketua PWI Jawa Tengah, mengatakan, “Anda tidak fokus. Meski saya memberikan apresiasi materi lain termasuk dalam memimpin rapat redaksi. Hanya ketegasan dalam memimpin rapat harus diperkuat. Tetapi untuk materi tajuk ini suliť diluluskan”.

Tejo kembali melanjutkan disaat meminta untuk diberi kesempatan sekali lagi. Ia pun tegas dalam menasehati bahwa memberi kesempatan akan berisiko saat menjalankan tugas jurnalistik kelak. Meski penguji lain berbeda masih memberi kompensasi atau pengampunan.

“Saya melihat anda masih muda dan sangat berpeluang bila ada keinginan untuk belajar terus. Perkuat jiwa kepemimpinan anda, bibit karakter pemimpin, jiwa tegar, wawasan dan moral kepedulian kepada masyarakat. Hanya anda tidak fokus,” kata Tejo dalam menolak kesempatan dengan alasan ingin menciptakan Pers profesional, kompeten dan sesuai tujuan UKW.

Penolakannya agar menjaga nama baik dari tulisan yang akan diterbitkan setelah UKW ini. Masyarakat dan pembacalah yang akan menilai dari kinerja serta tulisan yang diterbitkan.

Dari hal ini, ada bermacam hal yang harus kita ambil secara jiwa besar dan tegar. Yang utama harus kita ketahui bahwa para penguji bukan hal yang menakutkan bagi kita. Mereka juga manusia yang memiliki toleransi hingga sikap penguji yang profesional untuk menciptakan Pers yang lebih kompeten.

UKW juga selalu dibumbui pesan edukasi yang mendalam bagi wartawan yang diuji. Hanya ketakutan dinyatakan tidak kompeten itulah yang menghantui jiwa para peserta. Padahal UKW merupakan rekontruksi kinerja kita sehari-sehari dalam mencari bahan berita, meracik sampai menyajikannya ke publik.

Ketidak lulusan bukan berarti kiamat bagi para peserta, kesempatan selalu terbuka karena UKW akan terus berlanjut hingga diterapkan tahun 2019 nanti. Bagi mereka belum sama sekali mengantongi sertifikasi hingga naik jenjang akan diberi kesempatan oleh Dewan Pers maupun PWI.

Fokus dalam menjalankan tugas dan membuat karya jurnalistik harus dipertajam. Termasuk mengesampingkan masalah maupun kepentingan pribadi.

Teruslah berkarya dan belajar bagi yang belum. Untuk yang telah lulus sertifikasi kompeten, mari mengimplementasikannya dalam kerja dan tugas sehari-hari.

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat